Misteri Kematian Suporter Persija
"Jadi itulah fakta baru yang kita temukan," katanya.
Mengenai adanya dugaan penyebab kematian korban akibat dianiaya polisi, mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini pun belum bisa memastikan. Menurutnya, pernyataan Kapolda Metro Jaya terkait kecelakaan tersebut berdasarkan informasi tim di lapangan.
"Jadi sebelum saya menyampaikan ini, kita ada datanya, dari rumah sakit juga ada. Jadi sebelum itu, dia mengaku kecelakaan," kata Awi.
Awi memaparkan, berdasarkan penyelidikan awal, yang didapatkan pertama yakni dilihat dari rekaman CCTV pintu 2 Gelora Bung Karno di mana korban muncul dengan keadaan badan yang sudah lemas, kemudian jatuh di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Dan di situ memang tak bisa dilihat terjadi kerusuhan. Kemudian melihat dia jatuh, petugas langsung membawanya menggunakan ambulans lalu dibawa ke pos pengamanan terdekat," ucapnya.
Di dalam ambulans, petugas menginterogasi korban tentang identitas. Bukan hanya itu, petugas juga menawarkan korban untuk segera diantar ke rumah sakit terdekat, namun korban menolak dengan alasan akan dijemput kakaknya.
"Lalu 15 menit kemudian lima orang datang termasuk salah satunya kakak korban datang untuk membawa korban pulang. Itu datang sekitar pukul 24.00 WIB. Dan ternyata korban dibawa ke rumah sakit oleh sang kakak dengan alasan kecelakaan," ujarnya.
Sesampainya di rumah sakit, korban sempat dibawa pulang kembali karena harus dilakukan pemindaian namun tak ada biaya. Sabtu, 14 Mei 2016, sekitar pukul 03.00 dini hari, korban dibawa ke RS KKO Cilandak karena keadaan yang tak membaik dan untuk dilakukan perawatan. Sayang, korban tak terselamatkan dan menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 15 Mei 2016, sekitar pukul 08.00.
"Jadi luka yang diderita korban belum diketahui penyebabnya, karena dalam penyelidikan kesulitan kita karena keluarga tidak mau dilakukan visum maupun autopsi sehingga menghambat proses penyelidikan," kata Awi.
Sebelumnya, kakak kandung Fahreza, mengaku melihat korban dipukuli anggota kepolisian, bukan karena dipukuli suporter lain. Soleh, kakak pertama almarhum, menceritakan detik-detik pemukulan hingga tewasnya Fahreza.
Menurutnya, saat itu, Fahreza datang ke stadion yang menjadi kandang sementara Persija itu, bersama kakak keduanya, Yatna. Saat akan memasuki pintu menuju ke dalam stadion, Yatna tak menemukan adiknya itu. Memang, menurut Soleh, Fahreza berjalan di belakang Yatna.