Edarkan Sabu di Lapas, Sule Ditangkap Bersama Dua Sipir
- ANTARA FOTO/Novrian Arbi
VIVA.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, mengungkap peredaran narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan Cipinang dan Pemuda Tangerang. Dalam kasus itu, oknum sipir, bahkan berperan dalam menjalankan peredaran narkoba di dalam Lapas.Â
Di Lapas Cipinang, oknum sipir yang membantu peredaran barang haram itu diketahui berinisal KHD (33). Dia ditangkap bersama MS (40) dengan barang bukti sabu 510,57 gram di depan RSUD Persahabatan Pulogadung Jakarta Timur.Â
"KHD, alias Bogel adalah sipir kelas I Cipinang dan tersangka MS, alias Sule mendapat narkotika itu dari kurir AM seorang DPO," tutur Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta Mapolda Metro Jaya, Selasa 20 Juni 2017.
Sedangkan untuk kasus di Lapas Pemuda Tangerang, mereka yang ditangkap adalah HS, RM dan AG.Â
Kronologi kejadian dijelaskan, awalnya polisi membuntuti HS, setelah dicurigai akan mengantar sabu ke LP Klas II Pemuda. HS pergi ke arah Tangerang untuk bertemu RM dan menyerahkan sesuatu. Saat HS ditangkap, bahkan yang bersangkutan sempat menabrak anggota yang selanjutnya dilumpuhkan oleh petugas.Â
"Pemeriksaan identitas, RM merupakan Sipir LP Klas II Pemuda Tangerang," tutur dia.
Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata RM mendapatkan perintah dari napidana AG yang merupakan penghuni kamar D penampungan 4 kelas II Pemuda. Saat digeledah di ruangan AG, ditemukan sabu seberat 20,65 gram.Â
Sementara itu, Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Bambang Yudhantara berkata kalau kedua sipir itu bekerja di bawah perintah narapidana. Mereka bertugas mengatur peredaran narkoba itu di dalam Lapas.
"Mereka adalah kurir yang diperintahkan oleh napi ya, mereka dikendalikan untuk mengambil barang dari luar untuk masuk ke dalam Jadi pada saat dia barang sudah ada di seputar LP, kemudian si Napi minta tolong ke kurirnya, 'pak tolong dong temuin orang ini, ini nomor teleponya, tolong dibawa barang ke dalam'," kata Bambang menjelaskan.
Narkoba itu, sendiri disebut Bambang berasal dari Medan yang dikirimkan dari Malaysia melalui pelabuhan gelap. Sehingga diduga adanya suplai tetap di sekitar Malaysia.