Pengamat: Teror Masih Berlanjut, ISIS Sebar Undangan Jihad  

Penjagaan ketat usai ledakan bom gereja di Surabaya
Penjagaan ketat usai ledakan bom gereja di Surabaya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA – Pengamat teroris, Al Chaidar mengatakan, aksi serangan yang terjadi belakangan ini oleh kelompok radikal merupakan imbas dari aksi kerusuhan di rumah tahanan cabang Salemba di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok. Serangan ini semakin masif lantaran adanya undangan yang berisi seruan jihad untuk seluruh anggota JAD yang berafiliasi dengan ISIS.

“Ini sifatnya eksistensi, perpanjangan dari insiden Mako Brimob kemarin, ini imbasnya,” katanya saat dikonfirmasi VIVA, Minggu 13 Mei 2018.

Perpanjangan dari aksi teror itu, lanjut Al Chaidar, semakin diperparah dengan adanya undangan atau seruan yang mengajak untuk melakukan jihad sejak 9 Mei 2018. Dalam seruan jihad itu juga ditujukan untuk membantu rekan mereka yang berada di Mako Brimob.

“Perpanjangan, karena memang ada undangan yang mereka terima berupa seruan jihad untuk seluruh anggota JAD dan anggota lone wolf ISIS. Seruan disampaikan tanggal 9 Mei kemarin untuk segera membantu yang di Mako Brimob, dan mereka tidak tahu jika yang di sana sudah menyerah, mereka menganggap masih ada dan secepatnya program jihad,” katanya.

Serangan mereka, kata Al Chaidar, yang pertama ialah ditujukan untuk polisi, rumah ibadah non muslim, baru setelah itu tempat keramaian dan tempat-tempat ibadah kelompok sekte yang dianggap sesat.

“Ini spontan, setahu saya tidak satu pun peneliti yang pernah mengungkap tentang perencanaan yang dilakukan ISIS, karena mereka sedang berkonsentrasi di Suriah, daerah yang sempat mereka kuasai hilang," tuturnya.