Pembuang E-KTP di Duren Sawit Masih Misterius

Sekarung e-KTP ditemukan di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu, 8 Desember 2018.
Sumber :
  • VIVA/ Anwar Sadat.

VIVA – Kepolisian masih belum menemukan pelaku pembuangan ribuan KTP elektronik atau E-KTP di Pondok Kopi Duren Sawit, Jakarta Timur. Sejauh ini, proses penyidikan masih sebatas pemeriksaan sejumlah saksi.

img_title Buron Kasus e-KTP Paulus Tannos Ajukan Praperadilan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menuturkan, kepolisian terus melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apabila nanti dalam proses penyelidikan, ditemukan pelaku, akan naik status ke penyidikan," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Desember 2018.

img_title KPK Sebut Korupsi e-KTP yang Dilakukan Setya Novanto Perkara Serius

Sebanyak 10 saksi telah diperiksa. Ribuan e-KTP yang ditemukan itu diketahui merupakan produksi tahun 2011-2013. Namun, terkait adanya petunjuk pelaku belum ditemukan oleh polisi.

Berdasarkan dugaan sementara baik Ditjen Dukcapil maupun kepolisian, diduga terdapat unsur kesengajaan dalam pembuangan ribuan e-KTP itu. Namun, hal itu pun masih sebatas dugaan.

img_title Sidang Ekstradisi Digelar Hari Ini, Paulus Tannos Masih Ogah Diserahkan ke Pemerintah Indonesia

"Nanti apabila sudah tertangkap pelakunya baru terang berderang," kata Dedi.

Mendagri Tjahjo Kumolo

Tjahjo Menunggu

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk mengusut lebih jauh siapa oknum membuang e-KTP yang tercecer di wilayah Pondok Kopi, Jakarta Timur.

"Sedang diselidiki oleh pihak polisi tunggu saja," ujar Tjahjo di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Desember 2018.

Tjahjo mengakui KTP yang tercecer dalam bungkusan plastik itu sudah kedaluwarsa atau susah tidak berlaku lagi. Seharusnya, KTP yang kedaluwarsa itu sudah dipotong.

"Ini belum dipotong ada seseorang yang mengambil apa itu pencuri kah, oknum dari dalam kah yang sengaja disebar," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perkara itu, Kemendagri sebenarnya sudah melakukan pengawasan agar tidak ada lagi KTP yang kedaluwarsa tercecer di sembarang tempat di Indonesia.

"Ya gimana ini Indonesia loh, kalau di rumah saya, saya jaga 24 jam," ujarnya.

Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Digugat Paulus Tannos, Begini Respons Santai KPK

KPK buka suara soal permohonan praperadilan yang diajukan buronan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Paulus Tannos atau Thian Po Tjhin

img_title
VIVA.co.id
3 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut