Jejak Samar Yahudi di Jakarta

Yudaisme/Ilustrasi
Sumber :
  • world religion

Menurut Pon Cut,  orang Yahudi telah melakukan perjalanan sebelumnya ke Sumatera dan Acheh pada abad ke-8. Seperti sejarah abad ke-9, seorang pedagang Yahudi dari Sohar-Oman, Ishaq ben Yahuda yang berlayar ke Cina, tetapi kapalnya tertangkap. Dia terbunuh di pelabuhan di Sumatera.

img_title Hubungan AS-Israel Retak, Trump: Semua Orang Yahudi Muak dengan Netanyahu

Gelombang kedua kedatangan Yahudi ke Indonesia terjadi pada Abad ke-20. diawali dengan sejarah VOC di Nusantara. Mengutip buku berjudul Harmonic, yang ditulis pada tahun 1996, seorang utusan Zionis, Israel Cohen bepergian ke Hindia Belanda pada tahun 1921. Israel Cohen mengatakan ada sekitar 2.000 orang Yahudi yang tinggal di Pulau Jawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Umumnya mereka berasal dari Eropa Tengah, Rusia Soviet, Irak, Aden, Malaysia, Belanda, India, dan Singapura. Ditambahkan oleh kesaksian Hen et S.I Van Creveld tahun 1930-an bahwasanya orang-orang Yahudi di Hindia Belanda diperkirakan berjumlah 2.000 orang. "Diperkirakan 1.500 orang dari mereka menetap menyebar di beberapa kota di Pulau Jawa sedangkan 600 lainnya memilih menetap di Jawa Timur, khususnya di Surabaya," tutur Pon Cut.

img_title Menteri Radikal Israel Memperluas Izin Senjata Api untuk Warga Yahudi di Seluruh Yerusalem

Jejak sejarah kedatangan mereka tersebar mulai dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, Bangka, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Kalimantan, Maluku, hingga Sulawesi. Alasan awal mereka datang adalah untuk berdagang, seiring dengan keberadaan VOC di Nusantara hingga masa Hindia Belanda. Pon Cut menyampaikan, tak semua Yahudi yang datang ke Indonesia adalah pedagang. Ia mencontohkan kehadiran seorang Yahudi bernama Abraham Nabarro. Tahun 1689, Nafarro yang berprofesi sebagai penerjemah bahasa telah melakukan pelayaran dari Malaka menuju Kerajaan Aceh. 

Ada data menarik, pada tahun 1689 orang Yahudi yang bernama Abraham Nabarro, seorang penerjemah bahasa, melakukan pelayaran dari Malaka menuju Kerajaan Aceh, dan pada Abad ke-18 orang Yahudi yang bernama Isrealiet Abraham Geheeten menjadi ahli bahasa (linguistik) di Kesultanan Aceh Darussalam.

img_title PM Australia Minta Maaf ke Umat Yahudi Buntut Penembakan di Pantai Bondi Sydney

Makam seorang Yahudi di Jakarta.

Saat awal kedatangan ke Indonesia, kehidupan mereka secara ekonomi sangat bagus, dengan status sosial yang tinggi.  Mereka, ujar Pon Cut, mendapat fasilitas dan hak istimewa dari Pemerintah Hindia Belanda dalam kepemilikan tanah, perkebunan, hingga usaha dagang. Tapi syaratnya harus menjadi warga Negara Kerajaan Belanda terlebih dahulu. Program naturalisasi ini diberlakukan oleh Kerajaan Belanda bagi warga Negara Eropa termasuk yang beragama Yahudi yang ingin berusaha atau bekerja di Wilayah Hindia Belanda. Proses naturalisasi ini dimulai tahun 1850 hingga berakhir tahun 1934. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut