Jejak Samar Yahudi di Jakarta

Yudaisme/Ilustrasi
Sumber :
  • world religion

Soal habisnya Sinagog di Jakarta juga tak ia persoalkan. "Agama Yahudi bukan agama gedung, tapi agama keluarga. Pembukaan ibadah Sabat selalu dilakukan di rumah, dengan bapak sebagai imam yang memimpin ibadah. Maka meski Sinagog enggak ada, tidak penting buat kami," ujar Rabbi Ben kepada VIVA. 

img_title Trump Sebut Yahudi yang Pilih Cawalkot New York Zohran Mamdani 'Orang Bodoh'

Rabbi Ben menegaskan, bagi dirinya dan keluarganya, fokusnya beragama adalah membesarkan anak-anak sebagai Yahudi. Caranya dengan membawa kebanyakan tradisi di rumah, karena ke Sinagog hanya dilakukan setiap Sabtu. Tapi kebutuhan Sinagog tetap penting, karena Sinagog berfungsi juga sebagai rumah untuk doa atau bait el silah, rumah untuk belajar atau bait midraz, atau madrasah tempat studi Torah, dan rumah perkumpulan atau bait neseb. Namun jika tak ada, ibadah tak akan berhenti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Rabbi Ben, agama selayaknya adalah hubungan personal atau pribadi seseorang dengan Tuhannya. Bahkan ia mengaku sangat tidak setuju dengan pencantuman kolom agama pada KTP. Meski demikian Rabbi Ben mengaku sejauh ini sudah menjalankan ibadah dengan tenang tanpa intimidasi. Ia tetap bisa menjalankan ibadah Sabat, yang dimulai pada Jumat Sore dan berakhir pada Sabtu sore. Rabbi Ben juga mengatakan bahwa sinagog memang dibutuhkan, tapi jika tidak ada, maka ibadah tetap bisa berjalan. 

img_title Puluhan Ribu Umat Yahudi Ortodoks Demo Netanyahu, Tolak Wajib Militer

Hanya sedikit keturunan Yahudi yang bersedia terbuka, seperti Monique Rijkers atau Rabbi Ben. Pun keduanya tetap berhati-hati menjaga identitas diri. Jejak Yahudi di Jakarta memang samar, tapi bukan berarti tak terdengar. Mereka masih ada, bukan tiada.  (umi)
 

Trump menfasilitasi komunikasi PM Israel Netanyahu dengan Emir Qatar

Hubungan AS-Israel Retak, Trump: Semua Orang Yahudi Muak dengan Netanyahu

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahkan mengklaim dukungan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu mulai menurun, termasuk di kalangan Yahudi Amerika.

img_title
VIVA.co.id
25 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut