Rumahnya Akan Kena Gusur, Menteri Basuki: Masih Sosialisasi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono .
Sumber :
  • VIVA/Ridho Permana

VIVA –  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono ternyata tidak kebal penggusuran. Baru-baru ini, beredar kabar bahwa rumahnya di Bekasi, terkena gusuran proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.

Legislator PDIP Sebut KAI Zalim Atas Penggusuran Warga di Bandung

Informasi itu disampaikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD. Tokoh yang menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu mengaku hormat kepada Basuki, karena dia adalah menteri yang memimpin proyek pembuatan jalan, tetapi justru ikut jadi 'korban' penggusuran.

"Menarik, rumah pribadi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bekasi akan digusur utk proyek jalan tol. Padahal dialah yang menjadi pimpinan pembuatan jalan. Dulu diberitakan ada pejabat daerah yang membelokkan rencana jalan tol agar tak melewati tanah pribadinya. Hormat untuk Pak Basuki," kata Mahfud melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, dikutip VIVA.

Kata Menteri PUPR Soal Bahaya COVID-19 dan Perubahan Iklim Sama

Menanggapi hal ini, Basuki pun buka suara. Ia membenarkan kabar akan digusur rumahnya. Hanya saja, Basuki mengatakan, proses penggusuran baru sampai tahap sosialisasi.

"Belum, belum, belum, masih sosialisasi. Nanti, kalau ada informasi lagi saya kasih tahu ke kamu," kata Basuki di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu 15 Mei 2019.

Emisi Karbon Sektor Bangunan Jadi Perhatian Serius Menteri PUPR

Sementara itu, Mahfud menuturkan, soal penggusuran saat berbuka bersama di rumah dinas Basuki, dia mendapat cerita dari teman-temannya betapa sederhananya gaya hidup Basuki. Sejak mahasiswa dulu, termasuk saat studi di Amerika Serikat, ibadahnya kencang, termasuk rajin salat tahajud untuk selalu bermunajat kepada Allah.

"Dia adalah pejabat yang rendah hati," ujarnya. (asp)

Rio Ricky Damanik petani coklat Desa Bojong Koneng tunjukkan lahannya dirusak.

23 Ribu Pohon Ditebang, Petani Coklat Gugat Sentul City Rp3,8 Miliar

Petani coklat Desa Bojong Koneng menyebut pihak Sentul City tiba-tiba saja menghancurkan 23 ribu pohon coklat dan bangunan di sekitarnya.

img_title
VIVA.co.id
21 Januari 2022