SOROT 574

Kisah Para Pendengung

Ilustrasi buzzer.
Sumber :
  • www.pixabay.com/tookapic

Menurut Ujang, buzzer bukan hanya direkrut. Tapi juga dipelihara dan dijaga agar mereka bekerja sesuai kemauan 'tuannya.' Ia juga mengakui peran buzzer untuk mempengaruhi opini publik sangat signifikan. "Karena buzzer merupakan cyber army yang bertugas menyerang dan menjatuhkan lawan di udara. Juga untuk membangun pencitraan tuannya," ujarnya menegaskan.

img_title Ramai Isu 'Rusuh Agustus Jilid II', IPR Ingatkan Warga Waspadai Provokasi Buzzer di Medsos

Pengamat media sosial yang juga pendiri Jasmev Kartika Djumadi mengatakan, ada empat poin utama jika ingin peran buzzer menjadi maksimal di media sosial. Pertama adalah pemilihan platform yang disesuaikan dengan target audience, yang kedua adalah pemilihan isu yang ingin dijadikan pemicu diskusi, yang ketiga adalah mempengaruhi cognitive domains audience dan yang keempat adalah mempengaruhi affective domains audience.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kartika mengatakan, tugas utama buzzer adalah meningkatkan public engagement dan mempengaruhi voting decision. Dan yang membuat buzzer marak saat ini adalah karena buzzer dianggap sebagai pembentuk opini publik. "Media massa konvensional sering mengangkat berita berdasarkan hashtag yang sedang trending di media sosial, padahal hashtag-hashtag tersebut tidak semuanya genuine, ada juga yang menggunakan akun akun BOT yang secara coverage dan engagement tidak berpengaruh sama sekali," ujarnya.

img_title Aktivis 98 Resolution Network: Momentum 17 Agustus Jangan Diubah Jadi Panggung Politik

Sementara Enda Nasution mengatakan jasa buzzer akan terus dibutuhkan oleh mereka yang ingin memenangkan sebuah opini, atau mereka yang menjadi kandidat dalam Pilkada atau Pilpres.

"Tapi kan masing-masing punya strategi atau punya pendapat sendiri-sendiri. Ada juga yang mengatakan tidak penting itu buzzer-buzzer, yang penting itu adalah di lapangan," katanya. (umi)

img_title Pertamina Resmikan Integrasi Informasi Publik Genjot Peningkatan Layanan
Ketum Projo, Budi Arie Setiadi

Ketum Gibranku Sayangkan Pernyataan Budi Arie: Itu Sikap Pribadi

Ketua Umum Gibranku menegaskan relawan setia mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir periode masa jabatan hingga 2029 mendatang.

img_title
VIVA.co.id
25 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut