Bamsoet Klarifikasi soal Heboh Pasukan Khusus BIN

Politikus Golkar sekaligus Ketua MPR Bambang Soesatyo
Politikus Golkar sekaligus Ketua MPR Bambang Soesatyo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Selain itu, keahlian lulusan STIN tersebut bisa memperagakan kemahiran bela diri tangan kosong Tarung Derajad. "Bisa menaklukkan penyerang 20 orang bersenjata tajam seorang diri," jelas Bamsoet.

Dengan demikian, Bamsoet merasa keahlian para taruna-taruni STIN pantas dibanggakan. Sebab, hal itu menunjukkan sumber daya manusia atau SDM intelijen Indonesia tidak kalah dengan kehebatan negara lain.

Bagi Bamsoet, ada 10 intelijen terbaik dunia seperti CIA (Amerika Serikat), M16 (Inggris), GRU (Rusia), DGSE (Prancis), ISI (Pakistan). Lalu, BND (Jerman), Mossad (Israel), R&AW (India), ASIS (Australia), dan CSIS (Kanada).

"Keterampilan beladiri, menjinakkan bom, membebaskan sandera, keahlian cyber dan bertempur merupakan hal yang harus dikuasai seorang intelijen, Termasuk keterampilan dalam melumpuhkan musuh dan interograsi," tuturnya. 

Bahkan, kata dia, CIA memiliki keahlian dalam eksperimen kontrol-pikiran untuk mengeksplorasi memori otak. Pun, dengan pura-pura berkepribadian ganda seperti banci hingga kemampuan menggunakan dan menjinakkan senjata biologis.

Menurut Bamsoet, sewaktu-waktu jika diperlukan maka para taruna-taruni jebolan STIN siap dipergunakan dalam operasi khusus oleh Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan undang-undang.

"Bagi saya, intelijen yang mumpuni, selain menjadi mata dan telinga negara serta mahir dalam menganalisa informasi juga harus terampil melakukan penyusupan, penyamaran, propaganda, agitasi, provokasi," tutur Bamsoet.