Setelah 2 Jam, Wali Kota Tangerang Diizinkan Suntik Vaksin COVID-19

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah Disuntik Vaksin COVID-19
Sumber :
  • VIVA/ Sherly

VIVA – Setelah menunggu selama kurang lebih dua jam, akhirnya Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, bisa dilakukan tindakan suntik vaksin COVID-19.

Sebelumnya Arief tidak bisa disuntik untuk vaksin buatan Sinovac China tersebut, lantaran tensi darah. Dalam prosesnya, Arief kembali melakukan pengecekan kesehatan, salah satunya pengecekan tensi darah. Hingga akhirnya diizinkan.

"Alhamdulillah, saya tadi sengaja tunggu, ada kali dua jam, terus tadi cek lagi, terus tensi darahnya 133 per 90, dan akhirnya boleh mendapatkan vaksin," katanya, Kamis 14 Januari 2021.

Baca juga: Tensi Darah Tinggi, Wali Kota Tangerang Batal Disuntik Vaksin

Dia mengungkapkan, dalam proses vaksinasi, dirinya tidak merasakan sakit, lantaran jarum suntik yang dinilainya sangat kecil.

"Nggak sakit kok, jarumnya juga kecil banget, jadi enggak ngerasain apa-apa," ujarnya.

Setelah divaksin, dia juga tidak merasakan gejala yang aneh, atau panas di area yang disuntikkan. Itu ternyata dirasakan juga oleh para pimpinan di daerah atau Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menjalani vaksinasi bersamanya.

"Katanya kan kalau habis divaksin, area yang disuntik itu panas, atau sakit, ternyata enggak nih, tadi juga kepala daerah yang lain sama," tuturnya.

Geger Vaksin COVID-19 AstraZeneca Berikan Efek Samping Cedera Serius Hingga Kematian

Maka dari itu, Arief mengajak masyarakat Kota Tangerang agar nantinya mau melakukan vaksinasi COVID-19, bila sudah waktunya tiba. Hal ini untuk, kesehatan bersama dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Warga Tangerang jangan takut, ini aman dan halal, dan nanti kita akan melaksanakan vaksinasi di tahap selanjutnya," ujarnya.

Penting! Orang Usia 44 Tahun Harus Segera Dapatkan Vaksin Ini, Kata PAPDI
Ilustrasi COVID-19/virus corona.

Kemenkes: COVID-19 Tidak Sepenuhnya Hilang, Masih Ada Potensi Muncul Varian Baru

Kementerian Kesehatan menyatakan COVID-19 tidak sepenuhnya hilang meski saat ini statusnya sudah endemi. Masih ada potensi munculnya varian atau subvarian baru.

img_title
VIVA.co.id
28 Mei 2024