Arman Hanis Tak Lagi Jadi Pengacara Nurdin Abdullah

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

VIVA – Pengacara Arman Hanis memastikan sudah tidak lagi menjadi kuasa hukum Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Dia menyebut tidak menjadi pengacara tersangka kasus suap tersebut sejak sepekan lalu.

img_title Pengacara El Rumi Buka Suara Dikaitkan dengan Inisial EJR, Singgung Akun Anonim dan Dugaan Pemerasan

"Saya tidak mengundurkan diri tapi sejak tanggal 8 Maret kemarin, kami sudah tidak lagi menjadi pengacara Pak Nurdin," kata Arman kepada VIVA, Selasa, 16 Maret 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, selama menjadi kuasa hukum Nurdin Abdullah, pihaknya sama sekali belum pernah bertemu dengan mantan Bupati Bantaeng 2 periode itu, termasuk melakukan pendampingan selama pemeriksaan sebagai tersangka.

img_title Siapa Cak Sholeh? Pengacara Sekaligus Pendiri No Viral No Justice Pembela ‘Wong Cilik’, Meninggal Dunia

"Kami juga selama menjadi penasihat hukum NA belum pernah mendampingi Pak NA dalam pemeriksaan sebagai tersangka, dan belum pernah juga komunikasi langsung tatap muka atau virtual dengan Pak NA, karena masa isolasi Pak NA di Rutan C 1 baru berakhir hari Sabtu kemarin. Senin kemarin beliau sudah bisa dibesuk melalui virtual atau zoom," ujar Arman.

Sementara itu, Veronika Moniaga, yang selama ini menjadi juru bicara Nurdin Abdullah, belum memberikan komentar seputar penunjukkan kuasa hukum baru yang akan mendampingi Nurdin Abdullah. Pesan dan panggilan VIVA belum direspon.

img_title Pengacara Cak Sholeh No Viral No Justice Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di Pasuruan

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (Sekdis PU) Pemprov Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Agung. Selain itu dirinya juga diduga menerima gratifikasi dengan total nilai Rp3,4 miliar. Suap diberikan agar Agung bisa mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di 2021.

Ilustrasi hukum.

Peluang Karier Pengacara Terbuka, Lulusan S1 Hukum Perlu Tahu Tahapan Ini

Lulusan sarjana hukum yang ingin berkarier jadi advokat perlu memahami tahapan pendidikan profesi, ujian advokat, hingga pengangkatan dan penyumpahan sebelum berpraktik.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut