Koruptor Melawan, Ini Saran Guru Besar Pidana ke Kejagung

Pasca Kebakaran Hebat Gedung Kejagung
Pasca Kebakaran Hebat Gedung Kejagung
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA - Guru Besar Hukum Pidana Universitas Soedirman, Hibnu Nugroho, melihat adanya perlawanan para koruptor (corruptor fight back) kepada Kejaksaan Agung termasuk menggoyang posisi ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung. Menurutnya, itu adalah bagian dari paradigma.

“Paradigma untuk melawan,” kata Hibnu dikutip dalam Podcast resmi Kejaksaan Agung, Rabu, 13 Oktober 2022.

Untuk menghadapi perlawanan para koruptor, Hibnu menyarankan Kejagung untuk konsisten dalam penegakan hukum termasuk pemberantasan korupsi. Konsistensi yang dimaksud adalah tidak tebang pilih, objektif, dan berkelanjutan (sustainable).

"Dengan konsisten, masyarakat akan tahu bahwa ini jaksa betul, bahwa ini jaksa tidak ada kepentingan, sehingga tidak ada kekhawatiran dalam masyarakat," katanya.

Baca juga: Jaksa Agung: 11,44 Persen Pegawai Kejagung Belum Lapor Harta Kekayaan

Ia mengingatkan sehebat apapun penegakan hukum jika tidak didukung dan diikuti masyarakat seperti melaporkan dan sebagainya, tidak akan berguna. Karena itu, kinerja jaksa harus berbasis pada kepentingan masyarakat.

"Apa yang diinginkan masyarakat ini artinya politik hukum harus konsisten. Jangan sekarang naik, besok turun," katanya.