Ratusan SD di Kota Medan Gelar PTM Terbatas

Pelaksanaan PTM Terbatas SD di Kota Medan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Putra Nasution (Medan)

VIVA – Sebanyak 381 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Medan, Sumatera Utara, menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Senin, 1 November 2021. Pelaksanaan PTM Terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Antisipasi Hepatitis, Tangerang Belum Izinkan Semua Sekolah Gelar PTM

Pada hari pertama ini, Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Medan, Topan Ginting langsung meninjau pelaksanaan PTM Terbatas di SDN 064979 di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

"Seluruh sekolah negeri di Medan 381 sekolah ditambah dengan ya. Kita sampaikan Jumat kemarin edaran sudah boleh menerapkan Pembelajaran Tatap Muka. Sesuai dengan arah bapak Wali Kota Medan, Bobby Nasution," ujar Topan.

Tangerang Akan Mulai PTM 100 Persen pada Pertengahan April 2022

Topan menjelaskan untuk PTM terbatas SD ini, hanya untuk kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan, kelas 1, 2 dan 3 masih menerapkan pembelajaran secara daring sampai saat ini.

"Teknisnya sama, tapi jumlah di dalam kelasnya yang berbeda. Di SD 8 orang per kelas dan waktu di sekolah hanya dua jam. Berbeda dengan SMP selama tiga jam," ujar Topan.

Pemprov DKI Terapkan PTM 100 Persen Mulai Hari Ini

Sebelum pelaksanaan PTM Terbatas digelar, Topan mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah SD dan pengawasan sekolah agar kegiatan belajar di sekolah diterapkan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan.

"Untuk penguatan sudah dilakukan secara langsung dan zoom meeting untuk seluruh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Untuk pengawasan untuk melakukan pengawasan dan penguatan serta melaporkan secara periodik kepada saya," ujar Topan.

Pelaksanaan PTM Terbatas SD di Kota Medan.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Putra Nasution (Medan)

Topan mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas ini, akan dievaluasi sepekan ke depan. Sehingga pelaksanaan dijalankan dengan baik sesuai dengan SOP.

"Seminggu ke depan kita akan lakukan evaluasi. Mudah-mudahan seperti SMP kemarin, sama di SD tidak ada klaster yang tumbuh. Akibat PTM terbatas ini," ujar Topan.

Ia juga mengimbau kepada orang tua siswa memiliki waktu luang untuk dapat mengantar dan menjemput anaknya langsung di sekolah.

"Bila tidak bisa dan siswa naik kendaraan umum jangan melepas masker dan langsung pulang," kata Topan.

Topan juga meminta kesabaran orang tua siswa kelas 1, 2 dan 3. Bila PTM Terbatas SD kelas 4,5, dan 6 ini berjalan dengan baik, kelas di bawahnya akan segara dibuka.

"Untuk orang tua siswa-siswi kami di Kota Medan untuk bersabar untuk kelas 1, 2 dan 3. Mari kita bersama-sama, kalau ini berjalan dengan baik maka untuk kelas 1,2 dan 3 akan segara buka," kata Topan.

Kepala Sekolah SDN 064979, Nilawati mengatakan untuk sistem PTM dibagi dua sesi. Dimana, sesi pertama dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB dan sesi kedua dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Nilawati mengungkapkan, pihaknya juga menyertakan surat pernyataan dari orang tua siswa tidak keberatan anaknya untuk mengikuti PTM terbatas.

"Hari pertama tidak kendala dan berjalan dengan lancar. Kami pihak sekolah tidak memaksakan orang tua bila anaknya tidak mengikuti PTM terbatas. Bisa juga dilaksanakan secara daring," ujar Nilawati.

Sementara itu, siswa kelas 6 SDN 064979, Ridho Khalif mengakui senang dirinya bisa kembali belajar tatap muka. Kemudian, bisa bertemu dengan teman-teman serta wali kelasnya.

"Senang lah om, karena jumpa kawan-kawan sekolah. Bisa belajar langsung di kelas ini," kata Ridho sembari tersenyum.
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya