Dari Guru Olahraga, 104 Guru dan Siswa SMPN 4 Solo Harus Swab PCR

Petugas Medis Lakukan Swab PCR ke Siswa dan Guru SMPN 4 Solo
Petugas Medis Lakukan Swab PCR ke Siswa dan Guru SMPN 4 Solo
Sumber :
  • VIVA/ Fajar Sodiq

VIVA – Sebanyak 104 siswa dan guru SMPN 4 Solo harus menjalani swab polymerase chain reaction (PCR), setelah salah satu gurunya terpapar COVID-19 usai mengikuti kejuaraan basket. PCR dilakukan pada Senin, 31 Januari 2022. 

Pantauan VIVA sejumlah guru dan siswa tampak antre mengikuti tracing swab PCR yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Stabelan, Solo. Peserta swab merupakan guru maupun siswa yang sempat menjalani kontak dengan guru olahraga yang telah dinyatakan terkofirmasi positif COVID-19 tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 4 Solo, Wuryanti mengatakan para guru dan siswa harus menjalani swab karena salah satu guru olahraga di sekolahnya terpapar COVID-19. Guru tersebut diketahui terkonfirnasi positif virus Corona setelah menjadi tim ofisial basket dari salah satu sekolah swasta di Solo, yang berlaga dalam kejuaraan Bakset DBL Solo.

“Nah kemarin kan ada tanding basket di GOR Sritex Arena. Sebagai offisial kan sebelumnya swab PCR dulu dan ternyata hasilnya positif sehingga yang bersangkutan tidak bisa mendampingi tim DBL-nya (SMA) Muhammadiyah 1,” kata Wuryanti kepada VIVA, di SMPN 4 Solo, Senin, 31 Januari 2022.

Guru tersebut, lanjut Wuryanti, mengikuti tes swab yang dilakukan panitia kejuaraan basket pada hari Sabtu lalu. Lantas, hasil tes swab itu baru keluar selang satu hari berikutnya dan hasilnya positif COVID-19.

“Diketahui swab di ofisialnya itu hari Sabtu dan hasilnya Minggu pagi. Kita tahu ya kemarin siang langsung koordinasi (tracing),” ucapnya.

Wuryanti menambahkan status guru tersebut merupakan ASN di SMPN 4 Solo. Sehingga berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Solo dan Dinas Kesehatan Solo dilakukan tracing yang meliputi guru dan siswa yang jumlahnya mencapai 104 orang. Adapun mereka yang mengikuti tracing, karena sempat melakukan kontak di sekolah pada hari Jumat lalu.

“Karena yang bersangkutan itu guru olahraga maka yang kontak mengajar dengan anak-anak hari ini kita hadirkan ada tiga kelas. Sedangkan bapak dan ibu guru itu seluruhnya agar di tahap pertama sudah tampak tidak perlu diulang-ulang,” jelasnya.

Sang Guru Terpapar Tapi Tanpa Gejala

Mengenai kondisi guru olahraga yang terpapar COVID-19 tersebut, dia mengungkapnya dalam keadaan baik dan tanpa disertai gejala. 

“Menurut informasi dia tidak apa-apa cuma ada sedikit batuk dan pilek karena kehujanan. Jadi tidak sampai dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Dengan adanya temuan kasus COVID-19 di sekolah tersebut, ia pun mengatakan untuk sementara kegiatan pembelajaran tatap muka dihentikan terlebih dahulu hingga menunggu hasil swab keluar.