Saat Kabareskrim Semprot Pengacara Bharada E

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Nasional – Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan jika pengakuan Bharada E tentang peristiwa berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo merupakan kerja dari penyidik bukan pengacaranya. Dalam peristiwa ini, Bharada E mengaku diperintah Ferdy Sambo menembak mati Brigadir J.

img_title Polri Buru Sosok di Balik Penyadapan Prabowo, Kabareskrim: Semua Akan Kita Telusuri

Hal ini disampaikan Komjen Agus usai konferensi pers di Mabes Polri pada Selasa malam. Dia menjawab pertanyaan awak media yang menyebut pengacara Bharada E mengklaim jika pengakuan pembunuhan berencana ini didapatkan setelah pengacara bertemu dengan Bharada E.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolri umumkan Irjen Ferdy Sambo tersangka

Photo :
  • VIVA / Rahmat Fatahillah Ilham

img_title Istri Pengacara Dibunuh dan Dibakar Bersama Mobil di Indramayu, Uang Ratusan Juta dan Emas Setengah Kilo Raib

"Bukan karena pengacara itu dia mengaku, karena apa yang dilakukan oleh penyidik, apa yang dilakukan oleh timsus menyampaikan kepada dia kasih orangtuanya didatangkan," kata Agus.

Agus menjelaskan, setelah bertemu dengan orang tuanya, Bharada E pun tergugah hatinya dan memikirkan ancaman hukuman yang bakal ditanggungnya.

img_title Apa Itu LIMS yang Diduga Digunakan untuk Menyadap Presiden Prabowo?

Kabareskrim Komjen Agus dan Kavid Humas Polri Irjen Dedi

Photo :
  • VIVA / Yeni Lestari

"Adalah upaya membuat dia untuk tergugah bahwa ancamannya cukup berat, jadi jangan tanggung sendiri. Sehingga dia secara sadar membuat pengakuan," ujarnya.

Seperti diketahui, Polri sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J pada 8 Juli 2022 lalu. Para tersangka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bripka Rizki, Bharada Richard Eliezer, dan sopir Istri Sambo berinisial KM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Irjen Ferdy Sambo bersama ajudannya (istimewa/viva.co.id)

Photo :
  • vstory

Atas perbuatannya, keempat tersangka disangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Kabareskrim Polri,  Komisaris Jenderal Polisi Asep Safrudin

Heboh Kabar Eks Kapolri Tito Karnavian dan Idham Azis Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Bareskrim Buka Suara

Nama dua mantan Kapolri, Tito Karnavian dan Idham Azis, mendadak ikut dikaitkan dengan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

img_title
VIVA.co.id
8 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut