Kunci di Perut Bocah Indramayu Sudah Keluar, Diduga Lewat BAB

Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengunjungi bocah Zul yang menelan kunci
Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengunjungi bocah Zul yang menelan kunci
Sumber :
  • Dispen AL

Atas dasar itu, Kolonel Pribadi menyampaikan tindakan operasi urung dilakukan, bahkan pasien kemungkinan akan segera dipulangkan menunggu koordinasi dengan Dinas Kesehatan Indramayu.

Seperti diketahui, Muhammad Zulzalaly Walihrom, bocah yang duduk di kelas 5 sekolah dasar di Indramayu ini harus mengalami kondisi tak biasa dengan anak-anak pada umumnya. Di balik kecerian bocah  9 tahun itu, tersimpan rasa takut yang amat sangat, pasalnya, di dalam lambung bocah ini bersarang kunci gembok. 

Kejadian itu berawal ketika Muhammad Zulzalaly Walihrom tak sengaja menelan kunci di rumahnya pada jumat pekan lalu. Anak ketiga dari Nina Listiyana (40) ini mengeluh sakit di bagian tenggorokan setelah menelan kunci gembok dan kemudian dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya.  

Kunci gembok tertanam di perut Bocah kelas 5 SD di Indramayu

Kunci gembok tertanam di perut Bocah kelas 5 SD di Indramayu

Photo :
  • tvOne/Opi Riharjo

"Awalnya mainan tadinya tuh sama tetehnya, terus nyoba mainin dimasukin ke mulut sambil tiduran terus ketelen, kejadianya jumat minggu kemaren," kata Nina Listiyana saat dilansir tvOnenews, Selasa, 20 September 2022. 

Berdasarkan foto rontgen, di dalam perut Zulzalaly warga kelurahan Lemahabang, kabupaten Indramayu, terlihat penampakan tidak lazim, terdapat sebuah kunci gembok. Bahkan kunci gembok yang bersarang di perut anak berusia delapan tahun ini sudah bersarang sejak Jumat pekan lalu. 

"Anak kemarin panas dingin, sudah dibawa ke rumah sakit Indramayu, sampai sekarang belum ada tindak lanjut, kemaren di sana cuma dikasih infus ajah, sekarang kunci masih di perut, sedih saya sebagai orang tua pengen ngelakuin hal yang terbaik buat anak tapi engga bisa, waktu pemeriksaan saya pakai umum, enggak punya KIS, engga punya BPJS, dana sekolah saja engga dapet, untuk berobat pinjem ke tetangga habis satu juta, mudah mudahan pemerintah atau dermawan bisa membantu orang susah kaya saya ini, sampai sekarang belum diopeasi karena kendala uang," keluh Nina.

Halaman Selanjutnya
img_title