Zulhas Tekankan Pentingnya RI Miliki Rencana Stok Pangan

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan bersama Dirut Perum Bulog Budi Waseso
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA Nasional – Menteri Perdagangan atau Mendag RI Zulkifli Hasan (Zulhas) angkat bicara soal stimulus mengatasi masalah di sektor beras dan pangan. Zulhas awalnya mengungkapkan bagaimana sejumlah negara seperti Qatar dan Arab Saudi memiliki stock pangan hingga 3 bulan lamanya.

Ajak 38 DPW PAN ke Istana, Zulhas Tak Bahas Kabinet dengan Jokowi

Hal tersebut disampaikan Zulhas dalam sambutan di webinar dengan tema Polemik Impor Beras di Akhir Tahun" yang digelar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia atau ICMI, pada, Selasa, 27 Desember 2022.

"Kalau bapak pergi ke Dubai, Qatar atau Arab Saudi atau negara maju, ada stok pangan untuk 2-3 bulan," kata Zulhas dalam webinar tersebut.

Zulhas: Katanya PAN Cuma Bisa Joget, Eh yang Menang Capresnya Gemoy dan Bisa Joget

Harga Ayam Naik, Inflasi Juli 0,7%

Photo :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

Zulhas pun memberikan contoh bahan pangan seperti telur. Ketua Umum PAN ini mengatakan di Indonesia telur yang baru keluar dari ayam langsung dijual pada hari yang sama.

Zulhas Tepis Anggapan Prabowo Anti Kritik soal Minta Oposisi Tak Ganggu Pemerintah

"Kalau permintaannya besok banyak, harganya naik. Kalau permintaannya besok sedikit, harganya turun. Ayam dipotong, dijual pagi. Harganya bagus. Kalau makin siang, harganya turun. Karena kalau tidak laku, ayamnya busuk," jelas Zulhas.

Zulhas melanjutkan, sistem panen langsung jual tersebut terjadi hampir di semua komoditas termasuk cabai yang langsung dijual seusai panen. Hanya beras yang memiliki stok cadangan untuk beberapa waktu kedepan.

"Kalau panen cabai hari ini, dijual hari ini. Kalau besok busuk. Kita tidak ada. Yang ada hanya beras. Itu pun beras, sekarang keadaannya seperti itu. Penduduk kita 270 juta. Lah ini yang saya usul, agar kita benahi," kata Zulhas. 

Stok beras di Gudang Bulog Semarang.

Photo :
  • Teguh Joko Sutrisno/ tvOne.

Zulhas mengakui bahwa Indonesia saat ini tidak memiliki rencana stok pangan. Atas dasar itu, Zulhas mengusulkan, agar adanya sebuah pendingin besar atau cold storage untuk menyimpan bahan pangan minimal satu bulan lamanya.

"Kita usahakan agar kita ada stok pangan. Ada pendingin yang besar itu, cold storage, kita punya stok pangan satu bulan. Kalau tidak bisa satu bulan, ya dua minggu dulu. Dua minggu sudah, tiga minggu. Tiga minggu sudah, satu bulan. Dari awal hingga kita punya stok pangan satu bulan setengah," kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR RI itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya