Bukit Sampah Longsor, Lima Orang Tertimbun

Longsor di Puncak
Longsor di Puncak
Sumber :
  • VIVAnews/Permadi

VIVAnews- Sore ini, musibah longsor sampah kembali terjadi. Sedikitnya lima orang tertimbun longsoran sampah, satu di antaranya tewas.

Kini, empat orang korban telah berhasil dievakuasi, selamat dari tumpukan sampah. Korban sedang mendapat perawatan di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Suhara, menjelaskan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan lokasi kejadian di wilayah Tugaran RT03/12, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

"Kelima korban tertimbun ribuan kubik sampah bercampur tanah di kawasan tebing Babakan Cisarua," jelasnya pada wartawan, Jumat 18 Januari 2013.

Asep menjelaskan saat kejadian, kelima korban rencananya akan memperbaiki saluran air sebuah hotel. Saluran itu rusak sejak semalam karena tertimpa longsoran sampah. Saat sedang memperbaiki saluran tebing dengan ketinggian 100 meter yang penuh tumpukan sampah tiba-tiba longsor dan mengubur hidup-hidup  kelima korban.

"Warga dan petugas hotel lain langsung melakukan evakuasi saat melihat kejadian itu dengan alat seadanya. Empat korban bisa ditemukan selamat dan satu orang diperkirakan meninggal. Korban yang diduga meninggal bernama Acep (50)," katanya.

Jenazah Acep belum bisa ditemukan hingga malam ini. Timbunan sampah bercampur tanah masih menutupi lokasi. Pencarian  dihentikan karena hujan dan kondisi tumpukan sampah yang menghalangi. "Ini bisa membahayakan tim evakuasi. Kami teruskan pencarian besok pagi," jalasnya.

Korban selamat Sartono (40), Umar (40), keduanya karyawan hotel Rindu Alam. Korban lainnya Tatang (40) dan Lukman (25),  warga Kampung Tugaran, Desa Sindanglaya, Cianjur. Kedua korban selamat dan korban meninggal merupakan warga  yang disewa pihak hotel untuk memperbaiki saluran air yang rusak.

"Keempat korban selamat telah dilarikan kerumah sakit untuk
mendapatkan perawatan intensif. Keluarga korban sudah dihubungi dan menuju rumah sakit untuk mendampingi," paparnya.

Secara terpisah Dadang (36) mengatakan almarhum dan rekan sekampungnya pergi pada siang hari untuk memperbaiki pipa saluran hotel Rindu Alam yang rusak. "Mereka berangkat ke lokasi usai Jumatan sekitar pukul  14.00 WIB. Sejam kemudian, ada kabar terjadi longsor susulan dan mengubur almarhum yang sedang memperbaiki pipa air," ujarnya. (umi)