Eks Pangdam: Saya Pertaruhkan Nyawa untuk Anggota

Mantan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso.
Sumber :
  • ANTARA/Anis Efizudin
VIVAnews
PDIP Bakal Pantau Gaya Kepemimpinan Prabowo
– Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso, menyatakan rela mempertaruhkan karir dan jabatannya untuk kesebelas anak buahnya yang terlibat penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, DIY.

Indah Permatasari Perlihatkan Wajah Anak di Momen Ulang Tahun, Dipuji Netizen

“Saya menaruh hormat, bangga, dan menjunjung tinggi sikap kesatria serta kejujuran prajurit Angkatan Darat saya. Hidup adalah pilihan. Beranilah tentukan pilihan walau nyawa taruhannya. Karir, jabatan, dan nyawa saya berikan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk soliditas satuan,” kata Hardiono dalam acara pisah-sambut Pangdam IV Diponegoro di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IV Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Rabu 10 April 2013.
Kewajiban Sertifikasi Halal Produk UMK Ditunda ke 2026 untuk Lindungi Pelaku Usaha


Sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai Pangdam IV Diponegoro itulah, Hardiono kini dimutasi dari jabatannya. Ia kini menjadi menjadi staf Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo, dan berkantor di Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat, Jakarta.

Kepada para mantan anak buahnya, Hardiono berpesan untuk tidak segan menentukan pilihan dalam hidup. “Jangan pernah memilih berada di tengah, karena sesungguhnya itu bukan pilihan,” kata Hardiono yang menduduki jabatan Pangdam selama sembilan bulan.

Hardiono mengaku salah karena di awal penyerangan Lapas Cebongan, ia langsung mengatakan anak buahnya tak terlibat. “Pada saat kejadian, saya sedang apel komandan satuan. Jadi saya bisa langsung cek. Tapi itulah yang terjadi. Maka sebagai bentuk tanggung jawab, saya sebagai Pangdam dan komandan garnisun melapor ke KSAD. Waktu itu belum  dilakukan penyelidikan, sehingga belum tahu pelakunya siapa,” ujarnya.

Akibat penyerangan ke Lapas yang dilakukan anggotanya itu, Pangdam IV Diponegoro kini diganti dari Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso ke Mayor Jenderal TNI Sunindyo. Sementara 11 Kopassus yang terlibat sedang menjalani proses hukum dan segera diadili di Pengadilan Militer yang akan digelar terbuka. (umi)
Ledakan hebat terjadi di Kompleks Liberty Residence, Kota Medan.(B.S.Putra/VIVA)

AKBP Roy: Ledakan Hebat di Perumahan Elit Medan Murni Gas, Bukan Bom

Subdit Fiskom Bid Labfor Polda Sumatera Utara melakukan olah TKP dengan di lokasi ledakan dengan cara uji udara dan Komplek Liberty Residence, Jalan Pendidikan, Kecamatan

img_title
VIVA.co.id
16 Mei 2024