Tangani Saksi Cebongan, LPSK Jalin Kerjasama

Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta
Sumber :
  • VIVAnews/Daru Waskita
VIVAnews -
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Abdul Haris Semendawai menemui pimpinan tiga universitas di Yogyakarta, Selasa 16 April 2013. Tiga kampus itu yakni, Universitas Mercu Buana, Universitas Islam Indonesia dan Universitas Gajah Mada


"Pertemuan ini dilakukan dalam rangka kerjasama penanganan bantuan psikologis terhadap 42 saksi dalam kasus penyerangan di lapas Cebongan," ujar Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai.


Semendawai mengatakan, pihaknya memfokuskan kerjasama di bidang psikologi terapan, khusus untuk menangani pemulihan psikologis saksi dalam kasus penyerangan di Lapas Cebongan.


Semendawai mengatakan, dalam kerjasama ini, semua pembiayaan pemulihan saksi akan ditanggung oleh LPSK. Selain itu, para psikolog dan ahli yang terlibat akan bertanggung jawab langsung ke LPSK.


Menurutnya, kerjasama ini kemungkinan besar akan diperluas untuk bidang lain. "Penanganan saksi dalam kasus Cebongan merupakan pintu pembuka saja, sehingga dimungkinkan ke depan akan terjalin kerjasama yang lebih erat dengan ketiga universitas tersebut," kata dia.

Sering Dikasih Perhiasan, Fuji Ingatkan Hal Mulia Ini untuk Para Fansnya

Dia berharap, kerjasama serupa juga bakal terjalin dengan kampus lain di Indonesia. Hal ini menurutnya sangat penting, mengingat keberadaan LPSK masih di tingkat pusat.
Viral Keributan Avsec dengan Penumpang di Bandara Soetta, Ini Penjelasan AP II


Apakah Sekolah Masih Penting? Apakah Generasi Muda Harus Memiliki Cita-Cita?
"Kampus merupakan media strategis dalam menjalin kerjasama perlindungan saksi. Karena berbagai sarana dan ahli tersedia cukup banyak dan berkembang melalui kampus," tutur Semendawai.

Diberitakan sebelumnya, 11 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dinilai terlibat dalam penyerbuan Lapas Cebongan, Sabtu 23 Maret lalu. Di hadapan tahanan dan sipir, anggota Kopassus itu menembaki empat tahanan titipan Polda DIY. Akibat penyerbuan itu, sejumlah tahanan dan sipir panik dan trauma. (eh)


Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya