Musim Mudik, 66 Nyawa Melayang di Jalanan Jawa Timur

Ilustrasi kecelakaan di Tol
Sumber :
  • VIVA/ Maryadie

VIVA.co.id – Angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik dan balik pada Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah atau Lebaran di Jawa Timur (Jatim) berada di peringkat tertinggi. Jumlah korban tewas di jalanan juga terbilang banyak, mencapai 66 orang meninggal dunia akibat kecelakaaan di jalanan.

Angka Kecelakaan Lebaran Turun, Kinerja Kemenhub Diapresiasi

Data tersebut hanya rekapitulasi sementara Posko Operasi Ramadniya Semeru 2016 Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, yakni kecelakaan yang terjadi dari 30 Juni sampai 10 Juli 2016. Data menyebutkan, selama 10 hari terjadi 578 kecelakaan, paling banyak melibatkan kendaraan bermotor roda dua.

"Korban meninggal dunia sebanyak 66 orang, luka berat 91 orang, korban luka ringan 876 orang, dan kerugian material Rp600 juta," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono kepada wartawan, Senin, 11 Juli 2016.

87 Nyawa Melayang di Jalanan Jatim Selama Mudik Lebaran

Perwira kelahiran Yogyakarta itu mengakui bahwa kasus kecelakaan di Jatim selama musim mudik dan balik Lebaran tahun ini terbilang tinggi. Tapi dia mengaku bahwa kepolisian sudah berusaha maksimal untuk menekan angka kecelakaan.

"Kami sudah kerahkan personel agar maksimal berpatroli di jalur rawan kecelakaan," ucap Argo.

Polisi Selidiki Insiden Harimau Terkam Bocah di Jatim Park 2

Terpisah, Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi, Harri Sindu Nugroho menuturkan bahwa arus lalu lintas selama mudik dan balik Lebaran di Jatim terpantau lancar. Hanya beberapa titik yang mengalami kemacetan, namun tidak parah.

"Di titik macet, kami rekayasa dengan sistem buka-tutup jalan," ujarnya.

Ilustrasi garis polisi.

Mobil Wakapolres Malang Tabrak Pengemudi Becak HinggaTewas

Wakapolres sedang dalam perjalanan dari Blitar ke Malang

img_title
VIVA.co.id
27 Desember 2017