Menyulap Facebook Jadi Beasiswa

Edi Fadhil, penggagas program beasiswa Gerakan Mari Sekolah (GMS) di Facebook bersama Sani Saputri dan ibunya di rumah Sani sebelum diperbaiki.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zulfikar Husein

“Diawal-awal, bang Edi itu kasih kayak hasil survei gitu di FB, tentang anak-anak ini, kondisi rumahnya gimana, kondisi keluarganya gimana. Jadi, pas lihat kondisi seperti itu, jadi memang berasa kasihan butuh bantuan ini,” kata Nunik.

img_title 9 Juta Akun TikTok Anak Dinonaktifkan, Instagram 85 Ribu-Facebook 99 Ribu

Menurut Nunik, GMS sejauh ini dipandang sebagai salah satu program yang cukup bermanfaat. Penggunaan media sosial juga disampaikan Nunik sebagai salah satu terobosan baru, bagaimana memperbanyak kegiatan positif di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktivis Information and Communication Technology, atau ICT Watch, Tjatur Heru mengatakan, apa yang dilakukan Edi Fadhil adalah bagian mengisi konten positif di media sosial. Sebelumnya, kata Tjatur, kasus-kasus pornografi dan penculikan anak lewat facebook, membuat masyarakat beranggapan bahwa internet itu berbahaya.

img_title Meta Sok-sokan Jadi Polisi Malam: Batasi Remaja di Facebook dan Instagram tapi Ancam Data Pribadi Pengguna

Untuk mendorong dampak positif internet, katanya, ada tiga prinsip internet sehat yang bisa dilakukan. “Menumbuhkan konten lokal yang positif, bermanfaat dan menarik bagi anak, melakukan self filtering pada tingkat keluarga di rumah dan pendidikan di sekolah, lalu yang terakhir melakukan dialog dan kerja sama inklusif, sinergis, dan setara untuk tata kelola internet,” katanya.

Melalui facebook, GMS berperan sebagai pihak yang menjembatani antara orang-orang kaya dan orang miskin. “Kita berada di tengah untuk memfasilitasi, orang yang ada duit jadi donor, anak yang putus sekolah jadi penerima manfaat, kita ada di tengah sebagai orang yang menjembatani begitu posisinya,” kata Fadhil.

img_title Jual-Beli Satwa Dilindungi Lewat Facebook Dibongkar Kemenhut, 7 Burung Langka Disita di Jayapura

Saat ini, beberapa anak yang sejak SMP mendapat GMS sudah SMA. Beberapa anak yang pernah satu sampai dua tahun putus sekolah, memperoleh nilai ujian di atas rata-rata kelas. Anak-anak yang dulunya hampir kehilangan kesempatan untuk sekolah, kini justru berprestasi di sekolahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Terbukti, selama ini adik-adik hanya belum beruntung untuk mendapatkan kesempatan untuk bersekolah. Begitu kesempatan itu datang, Alhamdulillah mereka buktikan bahwa mereka adalah anak-anak yang hebat,” ujarnya sumringah.

Facebook menjadi awal langkah dara yang lahir di pelosok Aceh Utara bisa membuka pintu harapannya. “Sani sangat senang bisa sekolah lagi, Sani ingin membahagiakan ayah sama mama. Sani juga ingin seperti anak-anak lain yang bisa sekolah. Setelah lulus nanti Sani ingin bekerja di bank dan bisa membantu biaya sekolah adik, biar adik tidak sempat menganggur seperti Sani,” harapnya. (asp)

Ilustrasi Facebook.

Meta Nonaktifkan Ratusan Ribu Akun, Facebook Jadi Sorotan!

Meta nonaktifkan 184 ribu akun anak di Facebook dan Instagram sebagai bagian dari penerapan PP Tunas. Pemerintah juga menyoroti perlindungan anak di media sosial.

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut