Dinilai Usik Sistem Diniyah, NU Bogor Tolak Full Day School

Pelaksanaan Ujian Nasional.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA.co.id – Pengurus Cabang Nahdhlatul Ulama atau NU Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberlakukan full day school di tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas atau SMA maupun untuk sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. 

Guru Jakarta Tak Permasalahkan Kebijakan 5 Hari Sekolah

Bukti penolakan tersebut, mereka membacakan deklarasi di hadapan ratusan siswa melalui surat pernyataan yang diserahkan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor.

"Hari ini kami mendeklarasikan menolak kebijakan Menteri Pendidikan RI," kata Ketua PC NU Kabupaten Bogor, Romdon di Bogor, Jabar, Minggu 13 Agustus 2017.

Presiden Jokowi Teken Perpres Pendidikan Karakter

Ia mengatakan, yang melatarbelakangi NU Kabupaten Bogor menolak full day school karena akan mematikan pendidikan diniyah di beberapa daerah di Indonesia. Para siswa pendidikan diniyah diketahui usai mengikuti kegiatan belajar mengajar dj SD, pada sorenya belajar agama.

"Jadi kalau full day school diberlakukan, mereka tidak bisa belajar di diniyah, sedangkan sekolah NU di Kabupaten Bogor ini mencapai empat ratus sekolah," ujarnya.

PBNU Harap Perpres Sekolah Lima Hari Bisa Bantu Madrasah

Sementara itu, Ade Rohendi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi warga NU ini kepada Bupati Bogor.

"Kami atas nama Ade Rohendi menilai Menteri Pendidikan sangat gegabah dalam mengambil keputusan," kata Ketua DPRD Bogor. (mus)


 

Ilustrasi Sekolah, Ruang Kelas

KPAI Beberkan Alasan Bahayanya Anak Terlalu Lama di Sekolah

Sarana dan prasarana sekolah kebanyakan tak menyehatkan.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2017