Pahami Dua Jenis E-KTP Agar Tak Bingung

Perekaman Data E-KTP Ditarget Selesai Pertengahan 2017
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

VIVA – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dari Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, meminta masyarakat tak bingung dengan adanya dua macam e-KTP, yang sama-sama dikeluarkan oleh Dukcapil. Dia mengatakan memang ada perbedaan antara e-KTP yang dikeluarkan sebelum tahun 2014 dan setelah tahun 2014.

img_title Buron Kasus e-KTP Paulus Tannos Ajukan Praperadilan

Hal itu disebabkan adanya Undang Undang Nomor 24 tahun 2013 yang menyebabkan pada e-KTP tahun 2014 dan seterusnya, tidak lagi diterakan masa berlakunya. Sementara pada e-KTP sebelumnya masih ada masa berlakunya. Namun dua e-KTP ini, menurut Zudan, sama-sama dinyatakan sah dan berlaku seumur hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian 2014 kita menggunakan UU baru yang mengatakan berlaku seumur hidup walaupun ada masa kedaluwarsanya," kata Zudan kepada tvOne, Senin 23 Oktober 2017.

img_title KPK Sebut Korupsi e-KTP yang Dilakukan Setya Novanto Perkara Serius

Dia mengatakan, Kemendagri juga sudah bekerja sama dengan 600 lembaga dan badan agar menggunakan e-KTP bukan salinan untuk mengidentifikasi klien maupun konsumennya. Pihak yang bekerja sama dengan Kemendagri antara lain sejumlah bank seperti Bank Mandiri, BRI, BCA dan bank-bank lain serta lembaga lainnya.

"Jadi ada chip-nya di dalam," kata dia. (ren)

img_title Sidang Ekstradisi Digelar Hari Ini, Paulus Tannos Masih Ogah Diserahkan ke Pemerintah Indonesia
Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Digugat Paulus Tannos, Begini Respons Santai KPK

KPK buka suara soal permohonan praperadilan yang diajukan buronan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Paulus Tannos atau Thian Po Tjhin

img_title
VIVA.co.id
3 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut