Lepas dari Jerat Narkotika dengan Metode Criminon

Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika Gintung Cirebon.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anwar Sadat

VIVA – Bahaya narkotika sampai saat ini masih menjadi momok menakutkan yang harus dihadapi. Perang terhadap bandar terus dilakukan secara aktif. Selain memerangi bandar narkoba, proses rehabilitasi juga dilakukan terhadap para pengguna dan generasi muda bangsa.

img_title 5 Potret Rizky Nazar Usai Rehabilitasi dan Kembali ke Rumah

Seperti yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Khusus Narkotika Gintung, Cirebon. Proses rehabilitasi terus dilakukan terhadap para warga binaan mantan pengguna, pengedar maupun kurir Narkoba melalui program pelatihan Criminon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelatihan Criminon ini merupakan metode untuk membangun karakter kepribadian yang lebih baik lagi agar tidak terjerumus kembali ke dalam Narkotika.

img_title Dulu Direhab, Dua Pria Ini Malah Jadi Pengedar Sabu

VIVA bersama dengan Tim Balai Pertimbangan Permasyarakatan (BPP) berkesempatan mengunjungi Lapas Narkotika yang terletak di Jalan Wijaya Kusuma, Gintung Tengah, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat tersebut. Proses rehabilitasi para warga binaan kasus Narkotika bisa disaksikan.

Pembina Pelatihan Criminon Lapas Cirebon, Irma Rosdiyanti mengungkapkan pelatihan criminon tersebut diwajibkan bagi seluruh warga binaan. Pelatihan criminon tersebut dibagi dalam 4 tahapan dan yang menjadi instruktur dalam pelatihan criminon itu adalah warga binaan yang telah diberi pembekalan sebelumnya.

img_title Millen Cyrus Akan Direhabilitasi di Lido, Tunggu Hasil Swab Test

"Tahap pertama diajarkan beberapa materi untuk menumbuhkan kepercayaan diri warga binaan, tahap kedua warga binaan diajarkan cara memecahkan masalah, yang ketiga adalah cara memahami kepribadian yang berbeda-beda dan yang keempat para warga binaan diberikan cara menuju kebahagiaan dengan diajarkan norma dalam kehidupan," kata Irma di Cirebon, Senin 20 November 2017.

Irma mengatakan, untuk pelatihan Criminon ini setiap harinya dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Untuk setiap tahap pelatihan setidaknya dibutuhkan waktu 40 hari.

"Memang sangat dibutuhkan kesabaran. Mereka juga terdiri dari latar belakang yang berbeda. Kadang ada yang suka tidur jadi harus sabar dalam menghadapinya," ujarnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Edi Saleh Permana (37) Salah seorang warga binaan yang saat ini telah lulus pelatihan criminon dan menjadi instruktur mengatakan program ini dapat membantu warga binaan untuk menghadapi dunia luar apabila telah bebas nanti.

"Iya sangat bermanfaat. Membantu kita bagaimana mengontrol emosi diri agar tidak terherumus ke narkoba lagi," ujar pria yang ditahan akibat menjadi kurir 30 kilogram sabu tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut