Menanti Debat Fadli Zon Vs PSI soal Pemimpin Plonga-plongo

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Reza Fajri

VIVA – Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyinggung Indonesia tidak butuh pemimpin plonga-plongo menuai kritik. Salah satunya datang dari Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany Alatas.

Sebelum Akun Instagram Hilang, Giring Cerita Soal Mobil China

Dikritik Tsamara, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu menantang debat terbuka. Bukan cuma Tsamara sendiri, semua pengurus PSI, Fadli tantang untuk berdebat mengenai istilah plonga-plongo.

Baca: Fadli Zon Tantang PSI Debat soal Pemimpin Plonga-plongo

Berkunjung ke Gunungkidul, Giring Ungkap Asal Usul Namanya

Tantangan Fadli pun disambut baik Tsamara. Tsamara siap berdebat dengan Fadli Zon, mulai soal oposisi tak kredibel sampai penyebutan pemimpin plonga-plongo.

"Menarik, Pak Fadli. Kami dari @psi_id siap berdebat secara terbuka mulai dari oposisi tak kredibel hingga penyebutan pemimpin planga plongo,” demikian tanggapan Tsamara dikutip dari @TsamaraDKI.

Ketua DPRD DKI Kasih Kabar Terbaru soal Pemecatan Viani Limardi

Baca juga: Fadli Zon: RI Butuh Pemimpin Mirip Putin, Tak Plonga-plongo

Pengamat politik Lingkar Madani Ray Rangkuti mendukung rencana debat terbuka ini. "Sudah tepat anak muda politisi di PSI menyelenggarakan debat terbuka dengan Fadli Zon soal pernyataannya mengenai Putin dan pemimpin plonga-plongo. Biarlah anak-anak muda PSI yang umumnya belum tercampur dengan banyak praduga politik yang menghadapinya (Fadli Zon)," ujar Ray kepada VIVA, Senin, 2 April 2018.

Tsamara Amany Alatas

Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany.

Menurut Ray, Presiden Rusia Vladimir Putin dengan sistem politiknya, dan Rusia dengan haluan ideologi komunismenya, justru menjadi pertanyaan, mengapa Fadli menyanjung kepemimpinan Putin. Kata Ray, pernyataan Fadli Zon itu sebaiknya juga ditanyakan atau bahkan jika mungkin dipersoalkan oleh mereka yang selama ini getol mengingatkan tentang bangkitnya PKI saat ini. 

"Apakah pernyataan Fadli Zon itu dimaksudkan bahwa misalnya sistem demokratis kita diganti dengan sistem berhaluan komunis atau seperti apa. Tentu saja agak ganjil melihat komunitas yang selama ini getol menyebut soal kebangkitan PKI seperti tidak bereaksi atas pernyataan Fadli Zon," kata Fadli.  

Ray mengatakan, pernyataan ini sekaligus memberikan pelajaran kepada pihak-pihak yang lantang berteriak tentang bangkitnya PKI, ternyata ada pemimpin lembaga tinggi negara justru mengidolakan pemimpin negara komunis, Rusia.

Melemahkan elektabilitas Prabowo

Oleh karena itu, menurut Ray, sebaiknya untuk tokoh seperti Fadli Zon, mulai menghitung seluruh ucapan dan tindakannya. Apakah memiliki implikasi positif bagi penguatan demokrasi, membuat pemerintah memiliki rekan kritis, dan pendidikan politik masyarakat. 

Prabowo Subianto di Depok Jawa Barat.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

"Di samping itu, tentu saja, menghitung secara pragmatis apakah seluruh tindakan dan ucapannya memberi efek elektoral bagi partai dan khususnya bagi Prabowo sebagai calon presiden dari Gerindra," kata Ray. 

"Sebab, jika dilihat faktanya, elektabilitas Prabowo hari demi hari tidak bertambah jika tidak disebut mulai merosot. Jika tindakan atau ucapannya tidak memberi efek peningkatan elektoral, atau malah melemahkannya, tentu ada sesuatu yang perlu dievaluasi dari tindakan atau ucapannya," Ray menambahkan.

sorot partai solidaritas indonesia

PSI DKI Tolak Amandemen Perpanjang Masa Jabatan Presiden

PSI menilai gagasan perpanjangan masa jabatan akan menciderai demokrasi yang sudah diperjuangkan oleh pemuda-pemudi pada masa Reformasi.

img_title
VIVA.co.id
4 Maret 2022