Gerindra: Perempuan dalam Politik Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Sejumlah perempuan meneriakkan dukungan kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat peresmian rumah pemenangan di Surabaya, Jawa TImur
Sejumlah perempuan meneriakkan dukungan kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat peresmian rumah pemenangan di Surabaya, Jawa TImur
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVA – Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani mengklaim sejak Prabowo-Sandiaga yang menjadikan perempuan sebagai garda barisan pemenangan, perempuan dalam politik tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, selama ini perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap dalam partisipasi politik.

"Sejak itu kemudian kaum perempuan ada kesadaran tinggi bahwa dirinya bisa menentukan masa depan politik negara, masa depan keluarganya. Ini yang kemudian menjadi lompatan yamg menurut saya berarti bagi masa depan politik kita," kata Muzani di gedung DPR, Jakarta, Kamis 8 November 2018.

Ia menambahkan ketika koalisi Jokowi melakukan kesadaran yang sama, maka mereka pun merasa senang saja. Sebab bila perempuan dilibatkan dalam membuat sebuah keputusan politik menjadi hal bagus.

"Saya kira kaum perempuan makin dijadikan hal penting dalam keputusan politik, makin bagus," kata Muzani.

Sebelumnya, Barisan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin yang tergabung dalam Perempuan Bravo 5, mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomor urut 01 itu. Ketua Perempuan Bravo 5, Kartini Sjahrir membantah dukungan ini untuk menyaingi barisan emak-emak yang ada di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tidak ada kehendak dari Divisi Perempuan Bravo 5, tidak ada niat bersaing ke sana ke sini. Kami hanya ingin mengaktualisasikan diri," kata Kartini di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis 8 November 2018.