Panas, Mustofa Vs Islah Bahrawi soal Framing 3 Ustaz Ditangkap Densus
- tvOne
VIVA – Politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya terlibat perdebatan sengit dengan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi. Perdebatan keduanya terkait framing fitnah terhadap 3 ustaz yang ditangkap Densus 88 lantaran dugaan kasus terorisme.
Keduanya berdebat dalam acara Dua Sisi tvOne dengan tema 'Ramai, Perang Tagar #BubarkanMUI'. Di salah satu sesi, awalnya Mustofa memaparkan adanya dugaan framing fitnah terhadap 3 ustaz yang sudah diamankan Densus.
Dia merujuk kasus terorisme yang menjerat Sofyan Tsauri dengan persidangan pada 2010. Menurutnya, dalam kasus itu, aktivis-aktivis muslim yang masih newbie dijanjikan Sofyan untuk pergi ke Palestina dan dilatih di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh. Namun, aktivis muslim newbie itu tertipu.
Menurutnya terkait ustaz yang ditangkap Densus, ia meyakini tak ada keterlibatan niat untuk membantu terorisme. Sebab, ia begitu mengenal dua di antaranya yakni Ustaz Farid Okbah atau UFO dan Ahmad Zain An-Najah.
"Saya juga nggak mau ada framing kemudian teroris itu orang-orang pintar, doktor, doktor. Coba kalau Pak UFOÂ dan Pak Zain tahu bahwa transfer perdana itu untuk terorisme, nggak bakal dikirim," sebut Mustofa yang juga aktivis Muhammadiyah tersebut.
Debat Mustofa Nahrawardaya dengan Islah Bahrawi di Dua Sisi tvOne
- tvOne
Lagipula, menurutnya soal transfer itu juga pengakuan dari belasan orang tersangka teroris lain. Kemudian, ia prihatin sidang belum jelas waktunya namun fitnah sudah bertebaran menyerang 3 ustaz tersebut.
"Dan, saya katakan muncul fitnah lihat nih. Ini penangkapannya dua hari lalu tapi sidangnya mungkin tahun depan," lanjut Mustofa.
Dia mencontohkan kasus Munarman yang ditangkap 6 bulan lalu. Pun, eks petinggi Front Pembela Islam (FPI) itu yang sudah 7 bulan usai ditangkap juga belum ada kejelasan akan menjalani sidang.Â
"Tapi, kan media menghukum kepada Munarman kan berjalan selama 6 bulan, 7 bulan. Nggak ada kejelasan," tuturnya.
Mustofa meragukan 3 ustaz yang ditangkap Densus terlibat dalam tindak terorisme.Â
"Memang ada bukti transfer katakan lah. Tapi, apakah mereka tahu berniat untuk membantu transfer terorisme. Itu saya nggak yakin," jelas Mustofa.
Mendengar penjelasan Mustofa, Islah Bahrawi ingin memotongnya. Namun, Mustofa meminta agar jangan dipotong dulu.Â