Sowan ke Sejumlah Elite Politik, Pengamat: Prabowo Tunjukkan Sikap Kenegarawanan

Hari Kedua Lebaran, Prabowo Keliling Kunjungi Para Kerabat Dekat
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra dan presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto menggelar silaturahmi ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi hingga ke elite partai politik di momentum hari raya Idul Fitri 2024. 

Luhut Tolak Jadi Menteri Prabowo, Tapi Siap Jadi Penasihat

Analis Politik dari Aljabar Strategic Arifki Chaniago mengatakan langkah Prabowo Subianto melakukan silaturahmi di hari kedua Idul Fitri ini sebagai wujud meneladani sikap kenegarawanan Jokowi dalam merangkul sejumlah elite politik setelah Pilpres 2024.

“Ya kalau kita menilai bahwa dari agenda-agenda Idul Fitri ini menjadi momentum bagi para politisi apakah ini merangkul atau ini momentum untuk mendekati orang-orang yang mungkin berbeda pilihan sebelumnya,” kata Arifki Chaniago kepada awak media, Jumat, 12 April 2024.

Gara-gara Tiket Pesawat Mahal, 20% Pekerja di IKN Belum Balik Usai Mudik Lebaran

Prabowo bertemu dengan SBY

Photo :
  • istimewa

Menurut Arifki, silaturahmi Prabowo ke elite politik ini menjadi peluang politik pasca pilpres untuk merangkul yang kalah dan juga menguatkan koalisi partai pendukung. Apalagi, Prabowo dan Gibran membutuhkan dukungan penuh untuk membantu pemerintahan mereka lima tahun ke depan. 

TKN: Mimpi Prabowo Menukik ke Persoalan Kemanusiaan, Mulai dari Kemiskinan hingga Stabilitas

“Makanya momentum Idul Fitri menjadi momentum yang baik bagi para politisi untuk apakah ini menjadi peluang politik pasca pilpres, atau mungkin yang kalah ingin melihat opportunity juga bahwa berpotensi gak dirangkul sebagai bagian dari pemerintahan yang baru,” kata Arifki.

Arifki pun memastikan langkah Prabowo melakukan silaturahmi sangat strategis dalam menentukan agenda-agenda politik ke depan. 

“Dan saya rasa ini menjadi hal yang menarik karena memang ada agenda-agenda tersendiri bagi para politisi,” ungkapnya.

“Karena dimainkan dengan narasi yang cukup menarik sehingga ini menjadi sesuatu yang cukup oke untuk kita lihat, karena memang menjadi value yang sangat berbeda untuk kita pahami sehingga proses-proses politik ini menjadi menarik kita lihat apalagi di momen Idul Fitri,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik Ujang Komaruddin memuji sikap dan langkah Prabowo sebagai gestur untuk merangkul dan saling menghormati.

Menurut Ujang, kunjungan Prabowo ke para kerabatnya itu menunjukkan kualitas kenegarawanannya karena sikap ini dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

“Nah, ketika momentum Idul Fitri Zee saat ini, Pak Prabowo ketika ketemu dengan ketum-ketum partai menunjukkan seorang pemimpin yang menunjukkan kelasnya. Artinya, sangat menghormati ketum-ketum partai itu, bahkan juga mengajak memimpin bangsa,” ujar Ujang, Jumat.

Pengamat politik Ujang Komarudin.

Photo :
  • istimewa

Ujang mengatakan sikap Prabowo ini konsisten dengan apa yang ditunjukkannya selama ini, khususnya saat kontestasi pemilu, di mana Prabowo beberapa kali mengatakan akan merangkul semua pihak untuk sama-sama membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Pak Prabowo presiden terpilih Republik Indonesia ke-8, itu menunjukkan gestur sikap yang memiliki egaliter artinya kesamaan dan saling menghormati satu sama lain, tidak pernah menyerang lawan politiknya dan lebih banyak menunjukkan sikap patriotisme kenegarawanan. Prabowo mendapatkan tempat di hati masyarakat,” lanjut Ujang.

Menurut Ujang, dengan sikap Prabowo yang konsisten merangkul ini Indonesia memiliki kesempatan besar untuk lebih maju.

“Saya meyakini, sikap Prabowo tersebut penting. Dengan prinsip kesamaan dan prinsip saling menghormati serta menjaga kesatuan dan persatuan dan bekerja bersama-sama. Saya juga melihat bangsa Indonesia bisa lebih maju di bawah kepemimpinan Prabowo,” tutur Ujang

Seperti diketahui, pada momen lebaran hari kedua ini, selain kembali bersilaturahmi mengunjungi Presiden RI Joko Widodo santap sarapan pagi bersama, Prabowo juga menyambangi kediaman beberapa kerabatnya seperti Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Perdagangan dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Menko Perekonomian dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Wakil Ketua DPR dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya