Pemilu 2014, Capres Berpenampilan Menarik Tak Lagi Dilirik

Pengemudi Ojek Ikut Sosialisasikan Pemilu 2014
Pengemudi Ojek Ikut Sosialisasikan Pemilu 2014
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVAnews - Publik Indonesia akan segera memilih calon presiden dalam pemilihan umum yang digelar pada Juli 2014 mendatang. Dari hasil survei yang digelar Pol Tracking Institute, terungkap publik rindu akan sosok capres yang bersih dan jujur.

Hal itu disampaikan  Direktur Eksekutif PolT racking Institute, Hanta Yuda A,R di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Januari 2014 . Hanta memaparkan dari hasil wawancara timnya kepada 1.200 responden di 33 provinsi, sebanyak 59,7 persen menginginkan capres yang bersih dan jujur.

Kriteria lain yang diharapkan publik adalah capres yang peduli dan dekat dengan rakyat, dengan persentase 57,7 persen. Kemudian responden yang memilih capres dengan sikap tegas dan berani sebesar 54,4 persen.

Sementara dari hasil tersebut, publik tidak lagi terlalu bersimpati kepada capres yang bernampilan menarik. Publik yang menginginkan capres rupawan hanya berjumlah 25,7 persen.

"Hasil ini sangat berbeda dengan pemilu 2004 lalu di mana penampilan menarik bisa mencuri perhatian publik," kata Hanta.

Lalu, dari hasil survei itu, terungkap pula bahwa capres yang terpilih di 2014 harus dapat mengatasi dua masalah utama yaitu ekonomi atau kesejahteran, serta penegakkan hukum dan pemberantasan tindak korupsi.

Lalu, siapa saja figur yang terlintas di benak masyrakat untuk menjadi capres?

Menurut Pol Tracking, sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, lagi-lagi ada di posisi teratas dalam hal elektabilitas. Dalam pertanyaan terbuka, sebanyak 37 persen responden memilih mantan Wali Kota Solo itu.

Sementara di posisi kedua, publik memilih Prabowo Subianto dengan peraihan 10,3 persen dan di posisi ketiga ditempati Aburizal Bakrie, dengan 5,9 persen. Kemudian di posisi keempat terdapat nama Wiranto dengan 5,42 persen.

Penelitian yang dilakukan di 33 provisi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden 1200 dan margin error +/- 2,83% pada tingkat kepercayaan 95% ini menggunakan metode multi-stage random sampling dalam penarikan sampel. Responden minimal berumur 17 tahun atau yang sudah mempunyai hak pilih (berdasarkan aturan yang berlaku) pada saat survei. (umi)