Pilkada DKI Diprediksi Dua Putaran

Maskot Pilkada DKI Jakarta 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VIVA.co.id – Tren penurunan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang akan mengajukan diri untuk melanjutkan jabatan di periode kedua, juga terpotret dari hasil survei PolMark Research Center (PRC).

img_title Tutup Usia, Ini Profil M Taufik yang Sukses Menangkan Jokowi-Ahok Hingga Anies-Sandi

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia telah merilis hasil survei mereka yang memotret tren kecenderungan menurunnya elektabilitas Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tingkat elektabilitas Ahok masih paling unggul. Survei ini menunjukkan bahwa petahana, pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat memiliki elektabilitas 31,9 persen, diikuti Anies Rasyid Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno 23,2 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni dengan elektabilitas 16,7 persen. Masyarakat Jakarta yang belum menentukan pilihan sebesar 28,2 persen.

img_title Petinggi PKS Sebut Peluang Anies-Sandiaga Duet di Pilpres 2024 Kecil

Hanya saja, dibandingkan survei-survei sebelumnya, tren elektabilitas Basuki mengalami penurunan sebesar 10,8 persen, dalam rentang waktu Juli hingga Oktober ini (sekitar tiga bulan). Dalam survei PRC PolMark Indonesia Juli 2016, Basuki memiliki elektabilitas sebesar 42,7 persen dan turun menjadi 31,9 persen pada survei Oktober 2016 ini.

"Tren elektabilitas Basuki mengalami penurunan sebesar 10,8 persen dalam rentang waktu Juli hingga Oktober ini (sekitar tiga bulan). Dalam survei PRC PolMark Indonesia bulan Juli 2016, Basuki memiliki elektabilitas sebesar 42,7 persen dan turun menjadi 31,9 persen pada Survei bulan Oktober 2016 ini," kata CEO Polmark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Rabu 5 Oktober 2016.

img_title Prabowo Bungkam soal Isi Perjanjian Anies-Sandiaga, Sufmi Dasco: Jangan Dijawab Pak!

Dari 31,9 persen responden yang memilih Basuki-Djarot dalam survei Oktober ini, hanya 23,2 persen yang menyatakan pilihannya terhadap Basuki-Djarot sudah mantap, tidak akan berubah. Sementara itu, dalam survei Juli 2016, dari 42,7 persen yang memilih Basuki-Djarot, yang menyatakan mantap 28,7 persen.

"Dengan demikian, di kalangan pemilihnya yang mantap sekali pun, elektabilitas Basuki-Djarot mengalami penurunan sebesar 5,5 persen," tulis Eep.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren serupa terjadi pada tingkat kepuasan masyarakat Jakarta terhadap kinerja Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam survei Oktober 2016, tingkat kepuasan terhadap kinerja gubernur adalah 61,8 persen. Angka ini merupakan penurunan sebesar delapan persen, dari tingkat kepuasan sebesar 69,8 persen dalam survei Juli 2016 lalu.

Survei PRC PolMark Indonesia Oktober 2016, juga menunjukkan bahwa Basuki adalah kandidat yang paling dikenal warga. Sebanyak 97,1 persen warga kenal Basuki. Tetapi, hanya 58,3 persen yang mengaku suka pada Basuki.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut