Berbagi Data, REI Harap Kebijakan BI Makin Akurat

Kerja Sama BI an REI.
Sumber :
  • Arrijal Rachman/VIVA.co.id.

VIVA – Bank Indonesia bersama dengan Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait pertukaran data-data keuangan, pajak, maupun data-data lainnya terkait pengembangan sektor properti.

img_title Luncurkan Logo Baru, Begini Kiprah LippoLand di Industri Properti Indonesia

Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, penandatanganan ini sangat dibutuhkan kedua pihak guna memberikan kecocokan data yang akurat supaya sektor properti bisa menjadi kekuatan ekonomi baru Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di mana kami kerja sama untuk tanggung jawab menginformasikan data yang akurat dan benar mengenai industri properti masing-masing. Sehingga apabila informasi ini dijalankan, bisa kita research bersama. BI bisa memberikan kebijakan yang tepat dan baik serta akurat," ujar Soelaeman di Gedung BI, Jakarta 2 April 2018.

img_title Jokowi Tawarkan 34 Ribu Hektare Lahan IKN ke Pengusaha Real Estate: Gak Ada Gratisan!

Dia juga menambahkan, dengan besarnya keanggotaan REI yang mencapai 4.500 perusahaan, diharapkan data-data keuangan, daya beli dan sebagainya yang ada di perusahaan tersebut bisa menjadi pegangan yang akurat bagi BI untuk mengelaborasikan kebijakannya.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara menjelaskan, dengan nota kesepahaman ini diharapkannya kebijakan BI untuk menggiatkan peran sektor properti terhadap perekonomian Indonesia bisa maksimal.

img_title Joko Suranto, Crazy Rich Grobogan Jadi Calon Tunggal Ketua Umum REI

"Sehingga dengan data itu bisa meningkatkan komitmen untuk mengoptimalkan tugas masing-masing lembaga," ujar Mirza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga menjelaskan, meski properti merupakan sektor ekonomi dengan cakupan domestik, untuk soal proses bisnisnya juga terkait dengan perkembangan global yang memengaruhi nilai kredit dan daya beli masyarakat. Nota kesepahaman ini nantinya diharapkan bisa memberikan informasi terkait hal itu kepada pengusaha properti.

"Perkembangan kredit tergantung situasi ekonomi. Jadi walaupun sibuk bangun ini itu harus sesekali bisa dengarkan makro," paparnya.

Ilustrasi pameran properti.

Tren Penjualan Properti Lewat Komunitas Agen Digencarkan, Kolaborasi Jadi Kunci

Kebutuhan hunian dan peluang investasi properti, mendorong keterlibatan agen dalam jumlah besar untuk menjangkau pasar yang semakin kompetitif.

img_title
VIVA.co.id
21 April 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut