Garap Kereta Cepat, Jalur LRT Diminta Mengalah

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.
Sumber :
  • Chandra Gian Asmara / VIVA.co.id
VIVA.co.id
- Kementerian Perhubungan memastikan dengan digarapnya proyek kereta cepat, atau
High Speed Railway
(HSR) Jakarta-Bandung, tidak akan menggangu pembangunan jalur
Light Rapid Transit
(LRT) yang saat ini juga sedang dikebut pemerintah.


Hal ini, karena jalur kereta cepat nantinya akan dialihkan ke bagian Selatan tol, sedangkan LRT akan ada di Utara tol.


Meski begitu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, untuk menghindari adanya jalur berhimpitan antara trayek kereta cepat dengan pembangunan proyek LRT, nantinya trase (jalur) LRT Jabodetabek akan digeser.


"Trase LRT Jabodetabek kita geser. Nanti, pengadaan tanahnya PT KCIC yang menyediakan tanah, dia sudah buat surat pernyataan," ujar Jonan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 13 Januari 2016.


Menurutnya, trase LRT Jabodetabek yang dibangun oleh PT Adhi Karya Tbk, ini akan sedikit digeser dari rancangan awal. Ada pun posisi yang bentrok ada di wilayah Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.


Terlebih, hal tersebut, kata Jonan, saat pihaknya melakukan kajian, dihasilkan harus ada pergeseran trase LRT ini. Ini dilakukan sebagai upaya, agar nantinya akan lebih berdampak efisien, dibanding harus merubah trase kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Pembangunan LRT Bakal Dongkrak Properti Bogor

"Kalau dari segi efisiensi, LRT mengalah sedikit
Ahok Ancam Alihkan Proyek LRT ke BUMN
enggak
apa-apa. Kalau kereta api cepat yang digeser, yang harus diubah banyak sekali," ujarnya. (asp)
Bersinggungan dengan MRT, Ahok Perpendek Rute LRT

LRT.

Ini Jalur LRT yang Siap untuk Asian Games

Ahok pastikan fase pertama LRT sudah selesai 2018.

img_title
VIVA.co.id
24 Maret 2016