Chandra Asri Berencana Tambah Porsi Saham

Suryandi, Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Romys Binekasri

VIVA.co.id – Perusahaan petrokimia terbesar, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), mengaku kalau pihaknya berencana menambah porsi saham yang beredar di publik.

Ekspansi Bisnis, Right Issue Energi Mega Persada Bidik Rp1,8 Triliun

Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham, yang mengharuskan jumlah saham beredar di publik (free float) sebesar 7,5 persen dari modal disetor.

Peraturan tersebut dikeluarkan pada  20 Januari 2014, dengan tujuan meningkatkan kualitas perusahaan publik dan meningkatkan likuiditas saham emiten di pasar modal.

Dapat Utang US$41 Juta, Sugih Energy Genjot Produksi Minyak

Direktur Utama Chandra Asri, Sunaryandi mengaku, pemegang saham publik di TPIA memang masih kecil atau sekitar 3,1 persen. Untuk memenuhi persyaratan, saat ini perseroan tengah mengkaji beberapa aksi korporasi di pasar modal.

"Saat ini sedang kami kaji. Untuk menambah saham publik, aksi korporasi yang sedang kami kaji seperti rights issue, private placement dan aksi lainnya. Namun, semuanya tergantung dari keputusan pemegang saham," kata Sunaryandi, dalam paparan publik, di Jakarta, Senin, 6 Juni 2016.

China Construction Bank Targetkan Naik Level pada 2020

Namun sayangnya, Sunaryandi tidak menyebutkan dengan gamblang, kapan aksi korporasi guna memenuhi free float itu direalisasikan. "Kami belum tahu kapan waktunya. Saat ini sedang dipertimbangkan langkah apa yang tepat. Kami berharap secepatnya," tutur dia.

Menteri BUMN Erick Thohir

Cara Erick Thohir Dorong Aksi Korporasi BUMN Tak Pakai Duit Negara

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, PMN hanya diberikan ke BUMN dalam rangka penugasa. Mekanisme pemberiannya pun akan diperketat.

img_title
VIVA.co.id
17 November 2021