Soal Pelatih Timnas, Kelompok 85 Ajukan Penawaran pada PSSI

Pemain timnas Indonesia U-23 rayakan gol di SEA Games 2015
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

VIVA.co.id – Kelompok 85 pro Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI mengajukan penawaran terkait penetapan pelatih tim nasional senior dan U-19. Mereka berharap PSSI mau menerima masukan, termasuk dari pemerintah.

Pemain Keturunan Bisa Bela Timnas U-19 di Piala Dunia U-20, Siapa Dia?

Kelompok 85 menyadari, dengan kondisi seperti saat ini, PSSI pasti sulit untuk berjalan sendirian mencari pelatih. Untuk itu, 92 voters yang menjadi bagian mereka ingin ikut membantu menemukan sosok yang kompeten menangani Skuad Garuda.

"Harapan voters harus ada terobosan tripartit dari voters, PSSI, dan negara untuk menyepakati sesuatu," kata Ketua Komite Media Kelompok 85, Haruna Sumitro di Hotel Park Lane, Jakarta pada Jumat, 3 Juni 2016.

Indra Sjafri Disuruh Iwan Bule Jujur Soal PSSI, Jawabannya Mengejutkan

Pergolakan internal PSSI usai kemunculan Kelompok 85 telah tampak jelas akibatnya. Indra Sjafri yang awalnya menjalani proses presentasi program sebagai awal penyaringan tiba-tiba mundur.

Juru taktik Bali United tersebut menilai tak bisa menjalani tugas dengan baik dengan kondisi organisasi seperti saat ini. Karena itulah, hanya selang beberapa jam usai kembali dari Jakarta dia dengan tegas mengutarakan pengunduran diri.

Timnas U-19 Terbang ke Korsel, Marselino Ferdinan Tergantung Persebaya

Haruna menegaskan, pihaknya siap mencari terobosan-terobosan baru demi menciptakan Timnas yang berprestasi di tingkat internasional. Kepercayaan diri tersebut dilandasi dengan kehadiran Torabika Soccer Championship (TSC) yang membuat sepakbola nasional memiliki visi jelas.

"Yang penting ada terobosan yang cepat dan pasti. Apa pun namanya, GTS bikin TSC adalah kompetisi yang output-nya untuk Timnas," tegas pria yang menjabat sebagai Manajer Madura United tersebut. (ase)

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan

Langkah Tegas PSSI Basmi Sepakbola Gajah di Liga 3

Sepakbola Indonesia kembali tercoreng dengan adanya aksi tak sportif yang mengindikasikan munculnya sepakbola gajah. Itu terjadi di Liga 3.

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2022