J League dan Sejarah Wakil Asia di Piala Dunia 2022

Adam Taggart bermain untuk Cerezo Osaka
Sumber :
  • Dok. J League

VIVA Bola – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asia akan memiliki enam wakil di Piala Dunia 2022. Menariknya, catatan ini ada kaitannya dengan kompetisi sepakbola Jepang, J League.

Kalahkan Australia, Timnas Indonesia U-23 Didominasi Alumnus PPLP dan SKO Kemenpora

Timnas Australia sebagai wakil keenam Asia di Piala Dunia 2022. Mereka mendapatkan tiket tersebut setelah menang adu penalti atas Peru dalam laga play-off.

Timnas Australia menyusul lima tim Asia lainnya yang sudah pasti lolos. Yang pertama adalah tuan rumah Qatar. Kemudian disusul oleh Iran, Korea Selatan, Jepang, dan Arab Saudi.

Kata Pelatih Australia Usai Dikalahkan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia

Lalu apa kaitan J League dengan Australia? Ada dua pemain mereka yang berkarier di Negeri Sakura. Mereka adalah Adam Taggart dari Cerezo Osaka dan penggawa Fagiano Okayama, Mitchell Duke.

Duke diturunkan oleh pelatih Graham Arnold dalam pertandingan melawan Peru selama 69 menit. Mengisi posisi ujung tombak, beberapa kali dia merepotkan lawan.

Ernando Ari Jago Banget, Timnas Indonesia Butuh Naturalisasi Kiper Inter Milan?

Lalu ada Taggart yang juga masuk dalam skuad. Meski tidak dimainkan saat melawan Peru, namun sepanjang babak kualifikasi dia tampil sebanyak delapan kali dan menyumbang tiga gol.

Mitchell Langerak, kiper Nagoya Grampus

Photo :
  • Dok. J League

Sejarah Panjang Australia dan J League

Pemain Australia yang berkarier di J League sudah ada sejak lama. Salah satunya adalah pelatih Graham Arnold yang bermain untuk Sanfrecce Hiroshima pada 1997. Dia menyusul Anthony Popovic yang lebih dulu merantau.

Popovic yang bergabung ke Sanfrecce Hiroshima pada 1996 mencatatkan 100 kali penampilan di semua ajang dengan sumbangan 16 gol. Baru pada 2001 dia hijrah ke Inggris untuk gabung bersama Crystal Palace.

Jika ditotal sampai sekarang, ada 39 pemain asal Australia yang berkarier di J League. Di musim ini, bukan cuma Duke dan Taggart yang ada, tapi juga Mitchell Langerak (Nagoya Grampus), Thomas Deng (Albirex Niigata), Stefen Mauk (Fagiano Okayama), hingga Mohamed Adam (FC Imabari).

Mereka coba untuk meneruskan warisan para pendahulu yang bisa tampil maksimal dan jadi tumpuan klub.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya