PSSI SIbuk Naturalisasi, Tak Percaya Produk Kompetisi

Sandy Walsh mengibarkan bendera Merah Putih.
Sandy Walsh mengibarkan bendera Merah Putih.
Sumber :
  • instagram.com/sandywalsh/

Apalagi, kemenangan itu juga belum menghasilkan apa-apa. Timnas U-23 harus menjalani laga hidup mati melawan Myanmar, untuk menyegel tiket lolos ke semifinal.

"Ya, Indonesia berada di bawah Vietnam. dan Vetnam adalah juara bertahan. Faktanya Indonesia ada di bawah Vietnam. Dari pertandingan kemari, bukan skor saja yang kalah. Semua aspek dalam permainan pun kalah," kata Tommy Welly, kepada VIVA.

“Ya kita Apresiasi menang setelah lawan Vietnam, tapi tak boleh puas karena level Indonesia di atas kedua tim itu. Harusnya pola pikir publik adalah Indonesia di final dan lawa siapa. Tapi kan faktanya sekarang tidak begitu," sambungnya.

Pria yang akrab disapa Bung Towel itu menuturkan, tertinggalnya perkembangan sepakbola Indonesia di kawasan Asia Tenggara lantaran program pembinaan sepakbola usia muda yang tidak berjalan baik.

Buktinya, PSSI saat ini sedang disibukan dengan naturalisasi sejumlah pemain keturunan yakni Jordi Amat dan Sandy Walsh. Kedua pemain itu rencana didatangkan untuk menjalani berbagai agenda, akhir pekan ini.

Towel menyebut, dari situ, PSSI dinilai tak percaya dengan produk buatannya sendiri, yakni komopetisi. 

Development sudah benar belum? Ketika federasi sepakbola sibuk naturalisasi, arrtinya tidak percaya dengan produk kompetisi," ucap Towel.