- VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
Kedua ketika ditanyakan apa yang sangat bermanfaat dari kuliah di Teknik Industri kemudian ke Bappenas,  menurut saya berfikir sistematis. Berfikir sistem itu membuat saya bisa melihat permasalahan dengan memotret dari atas dulu, sebelum saya masuk kedalamnya. Mencoba memadukan, melihat masalah itu dari berbagai aspek, kemudian mencari solusi dari masalah. Ini saya kira yang selalu saya terapkan secara tidak sadar dari yang saya peroleh, karena saya diajarkan berbagai macam tadi. Saya diajarkan mengenai Teknik Industri, kemudian aspek psikologi sosial, psikologi industri, mesinnya aja, segala macam ada, tapi yang tadi optimalisasi. Yang diajarkan untuk membuat logika berfikir kita secara luas, berbagai aspek sumberdaya yang harus di integrasikan untuk mencapai tujuan.
Sebagai Ketua alumni Teknik Industri ITB, apa program kerja Anda ke depan?
Saya kira memperkuat para alumni ini pada akhirnya alumni-alumni yang berkiprah di berbagai bidang, kami akan mendorong mereka memberikan kontribusi ke negara. Kami melihatnya alumni Teknik Industri ini berkiprah di berbagai tingkatan, baik itu pemerintah pusat, daerah, profesional maupun swasta. Bidangnya sudah meluas dari berbagai  sektor.  Kami melihat ini adalah sebuah kekuatan, lebih ditingkatkan melalui forum kebersamaan sekaligus membangun  jaringan yang positif.
Dalam kerangka visi yang seperti itu maka kami menyusun program kerja yang dimulai  dengan pembenahan internal. Berkaitan dengan penguatan internal itu, organisasi meningkatkan hubungan silaturahmi dengan alumni,  Ada dua  aspek disitu, pertama membangun database. Alumni Teknik Industri yang berjumlah sekitar 3.000 orang dari angkatan pertama.  Kami ingin membangun data base secara baik.
Kedua meningkatkan kepedulian para sesama alumni. Ketiga meningkatkan kemampuan profesi, kami melihat ada alumni-alumni Teknik Industri yang sudah maju dalam posisi yang baik, bisa mendukung alumni lain yang masih memerlukan bantuan.
Dari sisi penggalangan dana, kami menyediakan beasiswa. Hal ini agar memberikan kontribusi ketika mereka mengikuti kegiatan yang bersifat akademis, apakah itu kompetisi-kompetisi internasional. Pada akhirnya kami coba menggali sumber-sumber pendanaan supaya organisasi ini menjadi sustainable, karena niatnya  dari yang luhur tadi, kami tidak ingin berhenti dari satu kepengurusan ke kepengurusan yang lain.