Lukita Dinarsyah Tuwo

"Target Pertumbuhan 6,5 Persen Bisa Turun"

Lukita Dinarsyah Tuwo
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

Lalu kita ada yang bisa gali misalnya PNBP dari royalti pertambangan. Kalau dari sisi pengeluarannya, itu harus kita perbaiki alokasinya. Daerah itu banyak sekali pengeluaran yang larinya lebih ke belanja pegawai. Kebutuhan sendiri bukan untuk pelayanan. Kemudian di pemerintah pusat sampai tahun kuartal ke-3 levelnya masih jauh dibawah. Ini yang bisa mendorong perekonimian. Ini saya kira mengenai kebijakan fiskal seperti 2008 misalnya fiskal stimulus dan lainnya belum kita butuhkan.

img_title HMT ITB Minta Maaf, Klarifikasi Lagu 'Erika' yang Liriknya Bernuansa Mesum

Isu penyerapan dari tahun ketahun selalu seperti ini?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebetulnya upaya perbaikan itu mulai bertahap dilakukan. Dari sisi penyerapan, sering kali kalau kita lihat terutama dari proses pemahaman pengadaan prosedur pengadaan daerah. Jadi ini kaitannya dengan pelaku yang mereka mempunyai kekhawatiran-kekhawatiran dan juga pemahaman-pemahaman dari aparat penegak sendiri. Kedua adalah kapasitas perencanaan proyek. Jadi kalau perencanaan proyek yang baik sudah bisa secara baik disiapkan proyek itu. Apakah misalnya isu pengadaan, SDM nya, ini juga adalah bukan suatu proses yang bisa dilakukan seketika.

img_title Ini Lagu 'Erika' dari Mahasiswa ITB yang Viral Gegara Liriknya Mesum

Nah ada juga kejadian di lapangan yang di luar perencanaan. Misalnya dalam proses pengadaan tiba-tiba ada sanggah, proses sanggah, yang masa lalu proses sanggah itu tidak ada batasan waktu, baik juga orang yang melakukan sanggah bisa menyanggah saja. Akibatnya proses bisa terhambat. Kalau sekarang kita sudah tetapkan kalau dia menyanggah, akibat orang menyanggah itu bisa menghambat pengadaan selain juga perencanaan.

Kalau dari sisi dana yang mengalir intinya sudah lebih besar dari pada realisasi karena sudah sering kali kontraktor itu secara fisik dia progresnya lebih besar dari pada uang yang dicairkan. Kenapa karena dia sering kali dia sudah melakukan pembangunan dengan uangnya dia. Jadi secara fisik kalau kita lihat progres pembangunan sebetulnya jalan sudah 75 persen selesai, uang yang ditarik baru 45 persen. Ini karena dia pakai uang sendiri. Tapi itu bukan praktek yang betul. Kami harapkan gap-nya tidak sampai sejauh itu. Gap paling banyak sekitar 15 persen masih wajar. Nah ini yang mencoba kita perbaiki, sehingga seperti tadi saya sampaikan, bisa muncul masalah klasik lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Viral! Mahasiswa Tambang ITB Nyanyikan Lagu 'Erika', Liriknya Dinilai Mesum
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut