Logo WARTAEKONOMI

Facebook Tutup 10 Ribu Aplikasi yang Ada di Platformnya

Kasus Lama Paksa Facebook Hentikan Sementara 10.000 Lebih Aplikasinya. (FOTO: Reuters/Stephen Lam).
Kasus Lama Paksa Facebook Hentikan Sementara 10.000 Lebih Aplikasinya. (FOTO: Reuters/Stephen Lam).
Sumber :
  • wartaekonomi

VIVA – Raksasa media sosial Facebook terpaksa harus menutup 10 ribu lebih aplikasi yang ada di dalam platformnya.

Penghentian sementara ini dilakukan Facebook sebagai upaya kooperatif dalam investigasi kasus Cambridge Analytica yang dimulai pada Maret 2018.

Vice President of Product Partnerships Facebook, Ime Archibong, menyebut penyelidikan akan menginvestigasi jutaan aplikasi yang dibuat untuk platform Facebook.

Kini, ada lebih dari 10 ribu aplikasi yang sedang dalam penyelidikan bekerja sama dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat untuk mengetahui aplikasi-aplikasi mana yang berpotensi membocorkan data pribadi pengguna Facebook.

Meski demikian, Ime mengatakan bahwa 10 ribu lebih aplikasi yang sedang dalam penyelidikan belum tentu berpotensi melakukan pembocoran data pribadi pengguna.

"Ini belum tentu membuktikan bahwa aplikasi tersebut memiliki potensi ancaman terhadap privasi data pengguna. Banyak dari aplikasi tersebut yang belum live, dan masih pada tahap uji coba ketika kami menghentikan sementara aplikasi tersebut," kata Ime, dilansir dari laman resmi Facebook Newsroom, Minggu (22/9/2019).

Ia juga menyebut Facebook sudah melakukan pemberhentian permanen bagi aplikasi-aplikasi yang memberikan data pribadi pengguna yang di dapat dari Facebook.

Facebook juga menempuh jalur hukum untuk menuntut developer aplikasi yang tidak kooperatif dalam penyelidikan tersebut.

"Kami menempuh jalur hukum jika diperlukan. Bulan Mei tahun lalu, kami melayangkan tuntutan di California kepada Rankwave, perusahaan analisis data dari Korea Selatan yang tidak kooperatif dalam penyelidikan yang berlangsung," kata dia.

Ime mengatakan meski penyelidikan ini masih jauh dari usai. Namun, ia mengaku sudah berkembang dalam mengevaluasi developer yang membuat aplikasi di platform Facebook.

Menurutnya, Facebook juga meningkatkan upaya mereka dalam melakukan investigasi dan melakukan tindakan terhadap potensi pembocoran data dari pihak ketiga atau penyedia aplikasi.

"Kami sudah membuat peraturan baru dimana developer akan memiliki akses data yang minim terhadap pengguna. Mereka (developer) harus secara jelas menjabarkan bagaimana data pengguna yang mereka peroleh akan digunakan," katanya.

Ada sekitar 400 lebih developer yang terkait dengan 10 ribu aplikasi yang ditangguhkan oleh Facebook.