Serangan Siber Tanggung Jawab Siapa?

Hacker.
Hacker.
Sumber :
  • Auth0

VIVA Tekno – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjawab soal pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate terkait leading sector serangan siber yang merupakan wewenang dari BSSN.

Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra mengatakan bahwa keamanan siber pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, baik penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, maupun komunitas atau masyarakat.

"BSSN selaku lembaga yang berwenang untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis di bidang keamanan siber telah menyusun pedoman pengamanan dan penyelenggaraan sistem elektronik," ujarnya dalam rilis resmi, Jumat, 9 September 2022.

Adapun kebijakan dituangkan dalam Peraturan BSSN Nomor 8 Tahun 2020 serta terkait dengan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). BSSN juga telah mengeluarkan pedoman manajemen keamanan informasi, standar teknis dan prosedur sebagaimana dituangkan dalam Peraturan BSSN Nomor 4 Tahun 2021.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Photo :
  • VIVA

    
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE pasal 3) menyebut bahwa setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyelenggarakan sistem elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya sistem elektronik sebagaimana mestinya.

"Oleh karena itu, penyelenggara sistem elektronik harus menerapkan aspek-aspek pengamanan informasi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan sistem elektronik," imbuhnya.

Sementara terkait investigasi kebocoran data, BSSN mengirimkan tim incident response atau CSIRT (Computer Security Incident Response Team) untuk melakukan investigasi, analisis, dan penelusuran lebih lanjut mengenai dugaan insiden kebocoran.

Halaman Selanjutnya
img_title