Bakal Ada Pusat Data Nasabah Pinjol, yang Bermasalah Bisa Ketahuan

Ketua Harian AFPI, Kuseransyah
Sumber :

VIVA – Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah membuat basis data 'Pusat Data Fintech Landing' (Pusdafil). Basis data ini digunakan untuk mengecek skor kredit calon nasabah sebelum menerima pinjaman dari fintech. 

BRI Targetkan Pengguna BRImo Tembus 36 Juta di Akhir 2024

Menurut Ketua Harian AFPI, Kuseransyah, data yang dibagikan fintech hanya berisikan pengguna yang di-blacklist atau rekaman rasio pinjaman bermasalah (NPL), seperti catatan penagihan dan berapa banyak yang dipinjam ke platform

"Data sharing ini kan antara industri dan platform, jadi enggak ada nama, dari nomor induk kependudukan (NIK). Misalnya pengguna nomor 003, pernah terlambat berapa hari sepanjang sejarah. Itu bisa kita analisa," katanya di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.

Harga Emas Hari Ini 25 April 2024: Produk Antam Melorot, Global Bervariasi

Adanya Pusdafil akan memberi jaminan kepada platform atau fintech yang ingin memberi pinjaman. Rencananya mulai berjalan di akhir September, tapi Kuseransyah mengaku mungkin sistem yang dibangun belum sempurna

"Karena ini pekerjaan besar, mengintegrasikan 108 platform, mungkin sistemnya belum bisa sempurna. Saat ini masih uji coba sembilan platform, ke depan mungkin akan meningkat sampai 15," ujarnya. 

Guru dan IRT Jadi Korban Pinjol Ilegal Terbanyak, OJK: Cek Legalitas dan Logis Sebelum Pinjam

Ia berharap uji coba bisa selesai minggu ini dan mulai masuk ke fintech yang sudah mengantongi izin dari OJK. OJK diketahui mengharuskan fintech yang ingin meminta izin, platform-nya harus sudah tersambung dengan Pusdafil. 

Bea Cukai beri izin tambah lokasi usaha

Bea Cukai Yogyakarta Beri Izin Tambah Lokasi Usaha untuk Produsen Tembakau Iris Ini

Perusahaan ini mengajukan penambahan lokasi baru ke Bea Cukai Yogyarta dan berhasil mendapatkan izin nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC).

img_title
VIVA.co.id
26 April 2024