ITI: Program Magang Bermanfaat untuk Mahasiswa dan Dunia Industri

Ilustrasi pabrik mobil.
Sumber :
  • Asdafnews

VIVA – Ketua Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia (ITI) Jones Victor Tuapetel mengatakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya kerja magang membawa manfaat untuk mahasiswa dan dunia industri.

img_title Kapolri Ultimatum Preman dan Pelaku Pungli di Kawasan Industri

"Manfaatnya dirasakan baik oleh pihak industri maupun perguruan tinggi," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Depok, Rabu (22/12).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan revitalisasi industri alat berat melalui program "link and match" antara Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia (ITI) Tangerang Selatan dan PT Komatsu Indonesia dinilai berhasil dan menjadi indikator keberhasilan program MBKM, khusunya kerja magang di industri.

img_title KPK Sita Dokumen Penitipan Calon Mahasiswa Unsoed, Rumah 3 Wakil Rektor Digeledah

Melalui program Kerja Magang Kampus Merdeka, katanya, ada empat mahasiswa ITI melakukan "improvement" di industri alat berat pada subkontraktor PT Komatsu Indonesia

Wakil Rektor Bidang Akademik, Penelitian, dan Kemahasiswaan ITI Dwita Suastiyanti menyatakan kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan MBKM yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

img_title Prudential Syariah Bayarkan Klaim hingga Rp 1,1 Triliun ke 35 Ribu Lebih Penerima Manfaat

"Program Studi Teknik Mesin ITI melalui kerja sama dengan PT Komatsu Indonesia mengirim empat mahasiswa untuk melaksanakan kerja magang pada tanggal 5 April 2021. Kerja sama ini terjalin atas kerja sama yang baik antara Institut Teknologi Indonesia dengan Ikatan Alumni Mesin-ITI (IAM-ITI)," ujar dia.

Sebanyak empat mahasiswa itu, Asep Firmansyah, Reza Nurrohman, Indra Wira Widyadhana, dan Ismail Nur Fahmi. Para mahasiswa melakukan kerja magang selama satu semester, terhitung April hingga Oktober 2021.

Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia Pratjojo Dewo menyampaikan program magang itu meliputi dua tahap. Tahap pertama, selama dua bulan mahasiswa diperkenalkan pada budaya kerja industri manufaktur alat berat (pembelajaran monozukuri) melalui "class activity" dan kunjungan lapangan di PT Komatsu Indonesia.

Dilanjutkan dengan penempatan selama empat bulan di beberapa pemasok PT Komatsu Indonesia di Tegal (PT Milako Teknik Mandiri, PT Japra Mandiri, PT Prima Karya, dan PT Intan Pratama Jaya).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Para mahasiswa ditempatkan untuk melakukan 'improvement' di bidang Safety, Quality, Delivery and Cost (SLQDC)," ujarnya.

Selama magang, para peserta menemukan beberapa "defect" pada proses manufaktur yang menurunkan SLQDC. Mereka juga berhasil memperoleh solusinya sehingga terjadi "improvement" SLQDC.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut