Pejuang Terumbu Karang dari Desa Pinang

Terumbu karang
Sumber :
  • VIVA/ Aiz Budhi

VIVA – Terumbu karang adalah salah satu ekosistem paling beragam dan penting di planet ini. Mereka menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut, melindungi pantai dari abrasi, dan mendukung nelayan dengan memelihara ikan-ikan yang dijual. Namun, terumbu karang di seluruh dunia sedang mengalami kerusakan serius akibat berbagai faktor.

img_title Wujudkan Kepedulian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati, WBN Pacu Rehabilitasi di Wilayah Operasional

Terumbu karang adalah rumah bagi berbagai organisme laut, termasuk ikan, teripang, kerang, dan makhluk laut lainnya. Ketika terumbu karang rusak, banyak spesies kehilangan habitatnya. Ini dapat mengakibatkan penurunan populasi, bahkan kepunahan beberapa spesies, yang berdampak pada rantai makanan laut dan keanekaragaman hayati laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terumbu karang berfungsi sebagai pelindung alami untuk pantai. Mereka meredam gelombang dan badai, mengurangi abrasi pantai, dan melindungi pemukiman manusia yang berada di sekitar pantai. Kerusakan terumbu karang meningkatkan risiko abrasi pantai, yang dapat mengakibatkan kerugian properti dan kerugian ekonomi yang signifikan.

img_title ENSIA 2026 Perkuat Ketahanan Pangan, Ekonomi Sirkular, dan Transisi Energi Bersih

Terumbu karang adalah bagian penting dari ekosistem laut yang kompleks. Mereka menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi ikan-ikan yang penting dalam perikanan komersial. Jika terumbu karang rusak, produktivitas ekosistem laut secara keseluruhan dapat terganggu.

Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan pemutihan terumbu karang. Ketika suhu laut naik, terumbu karang melepaskan alga simbiosisnya, yang memberikan warna dan nutrisi pada terumbu. Akibatnya, terumbu karang menjadi pucat dan mati. Pemutihan terumbu karang telah menjadi masalah global yang serius, yang dapat mengakibatkan hilangnya terumbu karang yang luas.

img_title Optimalkan Aset di Kawasan Puncak, PTPN I Bakal Bangun Destinasi Ekowisata & Edukasi Lingkungan

Polusi dari limbah industri, pertanian, dan limbah domestik dapat merusak terumbu karang. Nutrien berlebih dalam air dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan dan menyebabkan eutrofikasi, yang dapat membunuh terumbu karang.

Ikan dan terumbu karang

Photo :
  • youwall.com

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Praktek-praktek seperti penangkapan ikan yang merusak dengan bahan peledak atau alat tangkap yang merusak terumbu karang, seperti jaring trawl, dapat merusak terumbu karang secara fisik. Selain itu, pariwisata yang tidak berkelanjutan, seperti penambangan karang dan pelanggaran terhadap peraturan penyelaman, juga dapat merusak terumbu karang.

Terumbu karang adalah rumah bagi sekitar 25 persen spesies laut yang diketahui, meskipun hanya mencakup 1 persen dari area laut. Kerusakan terumbu karang dapat mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati laut yang tak ternilai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut