Pukulan Telak untuk Real Madrid

Reaksi pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo, usai Wolfsburg cetak gol.
Sumber :
  • Reuters / Kai Pfaffenbach

img_title Kronologi Cedera Mohamed Salah Versi Sergio Ramos

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi terjepit seperti ini juga pernah dialami Madrid pada musim 1979/1980 silam. Ketika itu di babak 8 besar Liga Champions mereka menang 3-0 di leg kedua, setela sebelumnya kalah 0-2 dari Glasgow Celtics.
img_title Bukan Bale yang Rampok Mimpi Liverpool, tapi Ramos


img_title Kiper Liverpool Alami Gegar, Fans Minta Laga Diulang
Berlanjut ke musim 1984/1985, Los Blancos kalah 0-2 dari Inter Milan kala bertandang ke Giuseppe Meazza. Namun, mereka sukses lolos ke babak final karena di leg kedua menang 3-0.

Satu-satunya kegagalan Madrid lolos usai kalah 0-2 di leg 1, terjadi di babak 2 European Cup 1989/90. Madrid kalah 0-2 dari AC Milan di San Siro. Di leg 2, mereka hanya mampu menang 1-0, sehingga harus tersingkir.

Sengitnya Duel Tim Kaya Raya


Berbeda dengan laga di Volkswagen Arena, duel antartim kaya, Paris Saint-Germain melawan Manchester City berlangsung penuh drama. Penonton di Parc des Princes tempat dilaksanakannya laga itu dipastikan tegang.

ManCity sebagai tim tamu mampu unggul lebih dulu melalui Kevin de Bruyne. Tak lama berselang Zlatan Ibrahimovic membalasnya. Gol Ibrahimovic itu sekaligus membayar kegagalannya menendang penalti di menit ke-14.

Di babak kedua, PSG sempat unggul 2-1 melalui gol Adrien Rabiot. Dan di menit akhir pertandingan, Fernandinho berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Hasil ini cukup mengecewakan bagi Pelatih PSG, Laurent Blanc.

"2 kesalahan membuat ManCity berhasil mencetak gol. Dan seperti yang kalian tahu, gol tandang lebih penting di sini. Kami seharusnya bisa mencetak 3 atau 4 gol" kata Blanc dilansir Sky Sports.

Di leg kedua nanti, giliran The Citizens yang menjadi tuan rumah. Dengan keunggulan agresivitas gol tandang, skuat asuhan Manuel Pellegrini berpeluang melangkah ke semifinal.

Akan tetapi, Pellegrini tak ingin sesumbar. Dia menyadari kekuatan Les Parisiens tak bisa dianggap enteng. Dengan modal pemain kelas wahid, mereka bisa saja mencuri kemenangan di Etihad Stadium.

"Kami tak mau bicara soal semifinal. Penting sekali sekarang untuk bermain di leg kedua tanpa bicara kami punya peluang besar untuk lolos," tegas Pellegrini seperti dikutip Manchester Evening News

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

.
Perempatfinal Liga Champions, Real Madrid vs Chelsea

5 Klub Sepakbola yang Sering Tampil di Final Liga Champions, Real Madrid Teratas?

Liga Champions, turnamen sepakbola paling bergengsi di Eropa, menjadi mimpinya para klub elite

img_title
VIVA.co.id
19 April 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut