Si Mungil Keranjingan Games
Selasa, 9 Agustus 2016 - 10:24 WIB
Sumber :
- Pixabay/Monikabaechler
Hal yang sama juga dialami Nurwati, ibunda anak laki-laki berusia lima tahun bernama Gibran. IRT ini juga mengaku putranya yang saat ini duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) B itu sudah main game sejak usia tiga tahun. Gibran sempat marah jika dilarang atau disuruh berhenti main game di smartphone atau tablet miliknya.
"Dulu suka marah kalau dilarang. Dia pasti akan bilang, 'Kemarin boleh, sekarang kenapa enggak boleh?" kata Nurwati kepada VIVA.co.id.
Â
Zahra dan Gibran hanya contoh bocah cilik yang sudah suka main game, karena ada banyak anak lainnya di luar sana yang mengalami kondisi serupa atau mungkin lebih parah lagi sampai lupa makan dan melakukan aktivitas lain.
Orangtua Lalai
Mengenai banyak anak usia dini yang sudah gemar main game, Psikolog Ajeng Raviando mengatakan, karena game memang dibuat seru, asyik, dan menyenangkan, sehingga membuat anak tertarik. Namun itu terjadi karena kurangnya kontrol dari orangtua sejak dini.
"Ada faktor kelalaian untuk menerapkan aturan atau tata cara dalam penggunaan gadget, permainan, dan sebagainya. Jadi, bukan salah anaknya juga kalau dari awal orangtuanya memberi perangkat dan tidak memberi batasan waktu," kata dia kepada VIVA.co.id.
Menurutnya, orangtua wajib bertanggung jawab dan tidak sekadar menyalahkan anak. Dia mengatakan, banyak orangtua salah kaprah dan memanjakan anak dengan memberi izin main game sejak dini dengan alasan anak belum mengerti, padahal itu justru menjadi pemicu adiksi mereka terhadap game.
Dikhawatirkan pembiaran main game tanpa rambu dan aturan yang jelas dan tegas akan menyebabkan buah hati makin kecanduan. Dampak anak kecanduan game dari sisi psikologi, anak tidak bisa membedakan antara dunia virtual dengan dunia nyata, karena ketika anak merasa game sudah menjadi bagian hidup, mereka akan sulit memisahkan hal tersebut.
Apalagi ketika bermain game, anak menjadi merasa berkuasa, dominan, dan pintar, dia bisa menjadi lebih mencintai game daripada kehidupan nyata. Tanda lainnya, anak tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa karena keasyikan main game.
Halaman Selanjutnya