Si Mungil Keranjingan Games

Ilustrasi video game.
Sumber :
  • Pixabay/Monikabaechler

img_title 4 Permainan Seru Era 90-an yang Nggak Ada di Playstore

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Game itu ada unsur edukatifnya juga. Game-game yang dirancang untuk edukasi itu kental sekali nilai edukasinya," ucap dia.
img_title Game DOTA 2 Menghasilkan Uang di Turnamen FirstBlod


img_title Teknologi Mampu Tumbuhkan Karakter Positif Anak
Orangtua memang harus memahami bahwa game atau permainan merupakan naluri anak-anak. Mereka cenderung lebih senang bermain daripada belajar. Karena itu, orangtua bisa memanfaatkan game edukasi untuk membantu anak menyukai pelajaran.

Dan saat ini sudah mulai dikembangkan digital sebagai media belajar, di mana game dikemas dengan mainan yang edukatif, misalnya matematika. Selain itu, ada game untuk memecahkan masalah, sehingga dapat mengembangkan kecerdasan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ajeng sepakat bahwa orangtua bisa memilihkan game yang tidak hanya sifatnya permainan tapi juga game yang sifatnya edukasi. Dengan demikian, anak bisa belajar banyak dari game tersebut. "Jadi pemilihan game yang tepat pada anak jadi hal yang krusial," katanya.
Seorang anak asyik bermain game di gadget. (ilustrasi)

WHO Sebut Kecanduan Game Sebagai Penyakit Mental

Kecanduan game memiliki efek yang sama dengan kecanduan perjudian.

img_title
VIVA.co.id
19 Juni 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut