6 Desainer Indonesia Sukses Tampilkan Koleksi Busana di NYFW

Finale of LEGONG by @catherinenjoo for NYFW First Stage
Sumber :
  • Instagram Catherine Njoo

VIVA.co.id – Ajang fesyen bergengsi dunia, New York Fashion Week Spring Summer 2018 tengah dihelat. Enam desainer Indonesia ikut meramaikan panggung catwalk tersebut.

Mereka bahkan sukses memukau para pecinta fesyen dunia dengan karya busananya. Dari semua desainer Indonesia yang tampil, mereka memamerkan keragaman budaya Indonesia yang dituangkan dalam busana, tas serta aksesoris.

Lewat Instagram, para desainer yang tampil di New York Fashion Week ini, memamerkan kesuksesannya.

Dian Pelangi

Lewat akun Instagram miliknya, Dian mulai memamerkan foto dan video ketika koleksi busananya ditampilkan. Dalam akun tersebut Dian menjelaskan tentang koleksi yang dibuatnya.

Dia mengatakan, koleksinya untuk New York Fashion Week terinspirasi oleh buku terkenal "Human of New York" karya Brandon Stanton. Kehidupan dan lalu lintas di Kota New York yang dinamis, padat, dan aktif juga menjadi inspirasinya. Dari timur ke barat, Juga dari cerita di balik keragaman orang, dari artis, pekerja sampai tunawisma. Energi, nuansa dan kepribadian berbeda, juga dia tuangkan dalam busananya. Semua itu ditafsirkan dengan pola dan warna campuran yang berbeda dalam tampilannya.

Dian menggunakan sebagian besar warna netral seperti putih, hitam, abu-abu dan krim yang dikombinasikan dengan beberapa warna identik New York seperti kuning dari taksi, sedikit hijau dari Central Park, dan juga merah dari lampu lalu lintas.

 

ALURREALIST •••••••••••••••• Dian Pelangi’s collection for New York Fashion Week is inspired by the famous book "Humans of New York" @humansofny by Brandon Stanton. The life and the traffic in the New York City which is dynamic, dense, and active. From the east to the west, Also from stories behind diversity of people: from the artist, workers till homeless. Different energy, feel and personality. Those all are interpreted by different mixed patterns and colors within the looks. We use mostly neutral colors such as white, black, gray and cream that we combine with some identical colors of New York like yellow from the taxi, a little bit green from the Central Park, and also red from the traffic light. Batik as the technique of production/manufacturing will be used but with a little bit adjustment to create contemporer patterns. We put urban cutting, major loose silhouette, and slight deconstructions - reconstructions in all clothes. And separating the looks to 4 emotions : Melancholic, Sanguine, Choleric and Phlegmatic to create different mood of the big city's hustle and bustle. All of them represent the dynamic city: New York City. ••••••••••••••••• Make up by @wardahbeauty Shoes by @unificatio.official Bag by @dorisdorotheaofficial Photo by @afidasukma / Brian Arch via Getty Image #NewYorkFashionWeek #GoDPxBAforNYFW @wardahbeauty @wardahfashionjourney #WardahFashionJourney #FromJKTtoNY #ColorYourLife #DPassionateJourney #DPAlurrealist

A post shared by Dian Pelangi (@dianpelangi) on

Barli Asmara

Berbeda dengan Dian, detail koleksi yang ditampilkan Barli lebih dominan dengan warna putih. Dia memberi tema karya busananya, Canities Subita for New York Fashion Week First Stage.

Barli Asmara menyoroti keindahan dan kekayaan Indonesia melalui detail desainnya yang indah.

Catherine Njoo

Mengkhususkan diri pada Batik, Chaterine justru tertarik menciptakan busana dengan tema LEGONG yang mencampurkan nuansa batik Bali dengan nuansa warna gelap.

Nocturnal Hours, Koleksi Terkini Barli Asmara

Doris Dorothea

Keanggunan abadi adalah ciri khas tas Doris Dorothea, dibuat dari kulit eksotis dan bahan mewah.

10 Kabar Kematian Artis Paling Mengejutkan di 2020
 

Coco on the runway #ss18 #nyfw

A post shared by Doris Dorothea (@dorisdorotheaofficial) on

Melia Wijaya

Bocoran Tribute to Barli Asmara di Jakarta Fashion Week 2021

Dengan fashion kontemporernya menggunakan bordir, dan bentuk ayam jago dan merak dalam koleksinya membawa Melia Wijaya terinspirasi menciptakan busana dengan tema SAWUNGGALING. Busana ini, dia tampilkan di panggung New York Fashion Week.

Vivi Zubedi

Tanda tangan Vivi Zubedi adalah gaya Abaya-nya, mengubah keyakinan dan pengertiannya tentang siapa dia, dan kepada siapa dia kembali ke setiap pakaian.

Vivi pun sukses menampilkan koleksinya, 'Makkah Madinah Jannah'. Meski terinspirasi dari abaya, namun kesan Indonesia tetap tampak. Bahkan dalam busananya, dia menyematkan kata Bhineka Tunggal Ika.

"Terima kasih atas semua cinta dan dukungan Anda, dan rasa hormat dan rasa terima kasih saya atas @hijup yang telah memiliki kepercayaan terhadap semua hal yang telah saya lakukan selama ini. Sekali lagi terima kasih," tulisnya dalam akun Instagram miliknya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya