Di Balik Transformasi Gary Oldman Sebagai Winston Churchill

Kazuhiro Tsuji, makeup artist Gary Oldman di film The Darkest Hour.
Sumber :
  • HBO

VIVA – Akting Gary Oldman sebagai Winston Churchill dalam film The Darkest Hour telah membawanya meraih piala Oscar 2018 dalam kategori Aktor Terbaik. Bagi Anda yang sudah menonton film tersebut pasti setuju bahwa aktor Inggris itu layak membawa pulang Oscar.

Luca Guadagnino Bocorkan Sekuel Call Me By Your Name

Aktingnya sebagai perdana menteri Inggris di masa perang dunia benar-benar mengagumkan. Ia bahkan bisa menguasai perannya dengan sempurna, dan membuat siapapun yang melihatnya di film itu tak tahu bahwa seorang Gary Oldman lah yang menjadi sosok pria tua bertubuh tambun.

Namun, kesuksesan Oldman tak terlepas dari peran sang makeup artist asal Jepang, Kazuhiro Tsuji. Tsuji yang juga menerima piala Oscar 2018 untuk kategori Tata Rias Terbaik adalah orang di balik transformasi penampilan Oldman menjadi Winston Churchill.

Aktor Terbaik 2018 Pamer Piala Oscar dengan Jersey MU

Tsuji sendiri memang merupakan seorang makeup artist yang fokus pada wajah prostetik dengan special effects. Ia menghabiskan sekitar empat bulan untuk membuat dan menyempurnakan wajah prostetik Winston Churchill untuk dipakai Oldman syuting.

Wanita Berhijab di Panggung Oscar 2018 Jadi Sorotan

Sempat Menolak

Ternyata awalnya Tsuji tak mau menjadi makeup artist di film The Darkest Hour, dengan alasan ia sudah lama meninggalkan dunia perfilman, yang menurutnya secara emosional tidak menyehatkan bagi dirinya. Ia lantas melanjutkan pekerjaan sebagai seniman pematung.

Namun, nama Tsuji telah begitu harum di dunia makeup artist prostetik Hollywood. Sebelumnya, ia pernah terlibat dalam film-film Box Office, seperti Hellboy, Planet Of The Apes, Looper, Tropic Thunder, The Curious Case Of Benjamin Button dan How The Grinch Stole Christmas.

Awalnya, dia juga merasa tak bisa membuat Oldman terlihat mirip seperti Churchill.

"Gary sama sekali tidak mirip dengan Winston Churchill," katanya, dikutip dari star2.com, Senin, 5 Maret 2018.

"Tantangannya adalah untuk membuatnya cukup mirip. Mulai dari bentuk tubuh hingga gaya rambut dan wajahnya. Ini semua benar-benar tantangan yang besar," ucapnya menambahkan.

Oldman sendiri sudah pernah bertemu dengan Tsuji, ketika Oldman mempertimbangkan tawaran untuk bermain di film remake Planet Of The Apes (2001). Namun, ia tak jadi membintangi film itu.

Dibujuk Oldman

Mengetahui talenta dan kemampuan Tsuji, Oldman pun membujuknya untuk kembali ke dunia film dan menerima pekerjaan dalam film The Darkest Hour.

"Ketika dia menghubungi saya tahun 2016, dia memberi tahu saya tentang proyek ini. Dia bilang, jika saya bersedia terlibat, dia akan menerima tawaran bermain film ini," kata Tsuji.

"Kami mengadakan pertemuan. Saya bilang padanya saat itu bahwa saya akan memikirkannya dulu selama seminggu. Karena ini akan menjadi keputusan yang sangat besar dan komitmen bagi saya untuk kembali ke industri film," ujarnya.

Akhirnya keduanya pun menemukan kesepakatan. Tsuji tak perlu hadir setiap hari di lokasi syuting The Darkest Hour. Namun, ia mendesain wajah prostetik dari silikon untuk diaplikasikan pada wajah Oldman setiap hari oleh makeup artist David Malinowski dan Lucy Sibbick. Keduanya juga berbagi piala Oscar bersama Tsuji.

Kemenangan Tsuji di Oscar 2018 membuatnya menjadi orang Asia pertama yang menang dalam kategori tersebut.

Ia juga mengungkapkan kesulitannya dalam mendesain wajah prostetik Churchill dari silikon untuk Oldman.

"Sangat sulit untuk menciptakan hasil yang disukai semua orang. Apalagi zaman sekarang kualitas kamera sangat bagus, sehingga bisa menangkap kekurangan dan detail apapun," ucapnya. (ren)

The Shape of Water

Film Terbaik Oscar 2018 Akhirnya Tayang di Indonesia

The Shape of Water adalah pemenang Film Terbaik Oscar 2018.

img_title
VIVA.co.id
22 Maret 2018