Mengapa Iceland Dataran Hijau & Greenland Banyak Es? Ini Penjelasannya

Iceland (kiri) dan Greenland (kanan)
Iceland (kiri) dan Greenland (kanan)
Sumber :
  • Airbnb dan Forbes

VIVA Lifestyle – Pasti banyak yang bertanya-tanya, mengapa Greenland, yang secara harfiah berarti "tanah hijau" namun 80% daratannya malah tertutup es? Dan mengapa Iceland, yang secara harfiah berarti "daratan es" namun seluruh wilayahnya  tertutup rumpun dan tanaman? Kedua nama tersebut seperti terbalik. Yuk, kita bahas dalam artikel berikut ini. 

Ternyata, penamaan kedua wilayah ini terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 982 ketika penjelajah Erik the Red dari bangsa Viking, mencapai bagian barat daya pulau Greenland untuk pertama kalinya, daratan Greenland memang tertutup rerumputan hijau. Itulah mengapa nama Greenland disematkan untuk tempat ini. 

Nuuk di Greenland.

Nuuk di Greenland.

Photo :
  • U-Report

Namun pada abad ke-14, suhu musim panas maksimum di Greenland menurun dan suhu dingin menyerang, Suhu yang lebih rendah berarti lebih sedikit tanaman dan lebih banyak es laut, hal ini memaksa penduduk Nordik lokal untuk meninggalkan koloni mereka di Greenland. Maka dari itu, hingga saat ini, suhu di Greenland menjadi rendah dan salju pun turun. 

Sedangkan untuk Iceland, ditemukan pula oleh bangsa Nordik saat suhu masih sangat rendah dan tertutup salju. Seperti kebiasaan bangsa Nordik pada umumnya memberikan nama sesuai apa yang dilihat, maka saat itu pun Iceland atau Islandia diberi nama Snowland atau Tanah Salju.

Iceland

Iceland

Photo :
  • Airbnb

Ada pula kisah lain yang menceritakan seorang bangsa Viking bernama Floki Vilgerdarson sedang menuju Islandia. Namun, dalam perjalanannya, musim dingin tak berhenti Akibatnya, semua ternak kelaparan dan mati. Karena frustasi, Floki akhirnya mendaki gunung dan melihat pulau tersebut dipenuhi gunung es. Sejak itulah, pulau ini memiliki nama baru, Iceland atau Islandia yang berarti tanah es.